Berita Banjarnegara Hari Ini
Hoaks! 406 Pasien Covid-19 Sedang Dirawat, Banjarnegara Peringkat 4 Kasus Tertinggi di Jateng
Hoaks, Kabupaten Banjarnegara masuk peringkat 4 kabupaten/kota dengan kasus Covid-19 dengan total 406 pasien dirawat di rumah sakit.
Penulis: khoirul muzaki | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Data kasus Covid-19 yang dikelola pemerintah menjadi acuan penting bagi masyarakat di masa pandemi ini.
Angka kasus positif Covid 19, pasien dirawat, kematian, hingga status zona daerah selalu menyita perhatian publik.
Tapi apa jadinya jika data itu tidak sinkron dengan kenyataan di lapangan, atau terdapat dua versi data yang berbeda.
Baca juga: RSI Banjarnegara Mulai Kesulitan Cari Stok Oksigen bagi Pasien Covid, Berburu hingga Peternak Ikan
Baca juga: Bantah Data Provinsi, Bupati Banjarnegara Klaim Wilayahnya Masuk Zona Hijau Kuning Penularan Covid
Baca juga: Bupati Banjarnegara Mengaku Ketemu Sales agar Pasien Covid Mau Menginap di RS, Begini Reaksi IDI
Baca juga: Bingung PPDB Sistem Online, Sejumlah Orangtua Siswa di Banjarnegara Pilih Daftar Langsung ke Sekolah
Baru-baru ini, di tengah viralnya Bupati Banjarnegara karena mengizinkan kegiatan masyarakat, beredar data infografis di media sosial yang menunjukkan tingginya kasus Covid-19 di Banjarnegara.
Data kondisi tertinggi pada 26 Juni 2021 itu menunjukkan, Kabupaten Banjarnegara masuk peringkat 4 kabupaten/kota dengan kasus Covid-19 dengan total 406 pasien dirawat di rumah sakit.
Peringkat di atasnya ada Kabupaten Cilacap, Kabupaten Banyumas, dan Kota Semarang dengan jumlah kasus dirawat tertinggi.
Kepala Dinkes Kabupaten Banjarnegara, dr Latifa Hesti Purwaningtyas membantah data tersebut.
Dia memastikan data itu salah.
"Pada prinsipnya itu salah," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (30/6/2021).
Data itu menjadi tidak masuk akal karena jumlah bed yang diperuntukkan pasien di rumah sakit di Kabupaten Banjarnegara, menurut dia, hanya ada 200.
Sedangkan di data yang beredar, disebut pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit di Kabupaten Banjarnegara sebanyak 406 orang.
Dia mengatakan, kemungkinan, jumlah 406 itu adalah akumulasi pasien yang dirawat dalam beberapa minggu.
Bisa juga, pasien yang sudah sembuh dan pulang ke rumah masih terdata sebagai pasien terawat.
Pihaknya sudah berkomunikasi dengan petugas di Pemprov Jateng terkait kesalahan data itu.
Dia juga telah memerintahkan pihak rumah sakit di Banjarnegara untuk mengeluarkan pasien yang sudah sembuh.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/data-covid-19-banjarnegara.jpg)