Breaking News:

Berita Banyumas

TP PKK Banyumas Dorong Pekarangan Pangan Lestari di 2 Desa, Bantu Cegah Stunting

Tim Penggerak PKK Banyumas terus meningkatkan program pemanfaatan lahan pekarangan melalui kegiatan Pekarangan Pangan Lestari.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Istimewa
Ketua Tim Penggerak PKK Banyumas Erna Sulistyawati bersama pengurus, memantau pelaksanaan program pemanfaatan lahan pekarangan melalui kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) di Desa Sokaraja Kulon di Kecamatan Sokaraja, Sabtu (19/6/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Ketua Tim Penggerak PKK Banyumas Erna Sulistyawati, bersama pengurus terus memantau pelaksanaan program pemanfaatan lahan pekarangan melalui kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L).

Pemantauan kali ini dilakukan di Kelompok Wanita Tani (KWT) Mugi Kasembadan, Desa Karangduren, dan KWT Indraswari, Desa Sokaraja Kulon, di Kecamatan Sokaraja, Sabtu (19/6/2021).

Bersama Dinas pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banyumas, Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) membina 21 Kelompok Wanita Tani (KWT) se-Kabupaten Banyumas.

Kegiatan tersebut bertujuan menjaga ketahanan pangan di Banyumas.

Baca juga: Sebagian Pegawai PN Purwokerto Akan Jalani WFH setelah 4 ASN Terkonfirmasi Positif Covid

Baca juga: 14 Nakes RS Elisabeth Purwokerto Positif Covid-19, Layanan IGD Ditutup Hingga 24 Juni 2021

Baca juga: Tiga Penjual Togel di Banyumas Ditangkap, Dilaporkan Warga ke Polisi karena Meresahkan

Baca juga: Fotografer Pernikahan di Banyumas Protes: Pas Momen Ramai, Hajatan Dilarang

Erna Husein mengatakan, selain menjaga ketahanan pangan di tengah pandemi Covid, program ini juga diharapkan dapat mengurangi stunting di beberapa wilayah di Kabupaten Banyumas.

"Harapan dari kegiatan ini adalah sebagai upaya meminimalkan kasus stunting yang ada di Desa Karangduren, Sokaraja Kulon, dan lainya," katanya dalam rilis yang diterima, Minggu (20/6/2021).

Mengingat, satu di antara penyebab stunting adalah asupan makan yang tidak sesuai kebutuhan gizi.

Lewat memiliki sayur-sayuran di sekitar rumah, diharapkan, pemenuhan gizi yang berasal dari tanaman dapat terpenuhi.

Sementara itu, Camat Sokaraja Lukman Nazarudin mengakui, masih terdapat kasus stunting di wilayahnya meski persentasenya kecil.

Namun, dirinya berharap, lewat program ini, mampu meniadakan stunting di daerahnya.

"Untuk kasus stunting di daerah saya itu memang ada namun persentasenya sedikit. Mudah-mudahan, melalui program ini, pengurangan kasus stunting di wilayah saya teratasi," katanya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta menerapkan protokol kesehatan secara ketat. (Tribunbanyumas/jti)

Baca juga: SD di 4 Desa di Pati Jadi Tempat Karantina Terpusat, Tangani Karyawan Positif Covid PT Dua Kelinci

Baca juga: Satresnarkoba Polres Purbalingga Razia Tempat Karaoke, Lakukan Tes Urine ke Pengunjung

Baca juga: Setelah Bupati, Kini Wakil Bupati Tegal Positif Covid-19. Jalani Perawatan di RSUD dr Soeselo Slawi

Baca juga: Di Ponpes Modern di Banjarnegara Ini, Santri Belajar Berdakwah Pakai Bahasa Inggris. Ini Tujuannya

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved