Breaking News:

Berita Banjarnegara

Di Ponpes Modern di Banjarnegara Ini, Santri Belajar Berdakwah Pakai Bahasa Inggris. Ini Tujuannya

Santri di Ponpes Modern Sabilurrosyad Muhammadiyah di Kecamatan Wanadadi Banjarnegara belajar berdakwah menggunakan bahasa Inggris.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/KHOIRUL MUZAKI
Ujian praktik internasionalisasi santri di Ponpes Sabilurrosyad Wanadadi Banjarnegara, Sabtu (19/6/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Pondok pesantren telah mencetak banyak ulama atau santri dengan bekal pengetahuan agama yang luas.

Sayang, belum banyak jebolan pesantren yang bisa mengamalkan ilmunya atau berdakwah hingga luar negeri. Padahal, dunia internasional sedang menaruh perhatian terhadap Islam, tidak kecuali Jepang.

Banyak masyarakat internasional ingin mengenal dan belajar tentang Islam. Ini sebenarnya jadi kesempatan bagi para santri untuk mendakwahkan Islam yang damai (rahmatan lil'alamin) .

Hanya saja, santri tentu harus dibekali kemampuan bahasa dan pengetahuan cukup, di samping jaringan yang bisa menghubungkan ke dunia internasional.

Kabar baiknya, kini mulai bermunculan ponpes-ponpes modern berwawasan "go internasional".

Baca juga: Warga Pegundungan Banjarnegara Manfaatkan Gas Rawa untuk Memasak, Instalasi Dibantu Pemprov Jateng

Baca juga: Warganet Dukung Bupati Banjarnegara Nyalon Presiden, Minimal Jadi Gubernur Jateng

Baca juga: Bupati Banjarnegara Siap Bertanggung Jawab, Persilakan Warga Gelar Acara yang Mengumpulkan Massa

Baca juga: Kreatif, Alat Cuci Tangan Buatan RSI Banjarnegara Keluarkan Sabun Tanpa Sentuhan

Satu di antaranya, Ponpes Modern Sabilurrosyad Muhammadiyah di Kecamatan Wanadadi Banjarnegara, yang memiliki program internasionalisasi santri.

Dalam program itu, pondok pesantren bekerjasama dengan Rumah Pintar Dr Tus menyelenggarakan pelatihan dakwah berbahasa Inggris secara intensif.

Kepala Ponpes Modern Sabilurrosyad Muhammadiyah Ustad Arif Riyadi, mengatakan, program ini bertujuan mewujudkan cita-cita pesantren, yakni mampu mendakwahkan Islam rahmatil alamiin ke luar negeri, khususnya ke Negeri Sakura.

Pesantren itu bahkan sudah terkoneksi dengan SMP/SMA Takeda di kota Higashi Hiroshima sebagai sekolah partner tukar budaya dan Islam Indonesia-Jepang.

"Tahun lalu, siswa SMA Takeda Hiroshima hadir dan melakukan tukar budaya Jepang kepada para santri kami di Banjarnegara," katanya, Sabtu (19/6/2021).

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved