Berita Semarang
Ingin Keliling Kota Naik Motor, Dua Siswa SD di Kota Semarang Curi Motor Karyawan Barbershop
Alasan ingin berkeliling naik motor, dua siswa SD di Kota Semarang, nekat mencuri motor milik karyawan barbershop di daerah Karangayu, Semarang Barat.
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Alasan ingin berkeliling naik motor, dua siswa SD di Kota Semarang, nekat mencuri motor milik karyawan barbershop di daerah Karangayu, Semarang Barat, Kota Semarang.
Setelah mencuri dan mencopot nomor polisi serta spion, mereka berkeliling kota mengendarai motor
Aksi pencurian itu terjadi pada Minggu (30/5/2021), sekitar pukul 03.00 WIB.
Namun, pemilik motor, MY (25), baru menyadari motor matik Honda Beat warna putih miliknya hilang, pada pukul 10.00 WIB.
Baca juga: Kasus Covid di Kota Semarang Naik dalam 2 Pekan, Dampak Halalbihalal dan Piknik Tipis-tipis Lebaran
Baca juga: Driver Gojek dan Wisatawan Dapat Vaksin Covid Gratis di Sam Poo Kong, Tersedia Kuota 500 Per Hari
Baca juga: Kios Judi Togel Menjamur di Candisari Kota Semarang, Satpol PP Turun Tangan
Baca juga: 47 Orang Pilih Denda Rp 20 Ribu, Sanksi Warga Terjaring Operasi Masker di Kabupaten Semarang
MY melaporkan kejadian tersebut ke Mapolrestabes Semarang pada Senin (31/5/2021).
Sebelumnya, rekan MY sempat memergoki dua bocah berkeliling naik motor curian tersebut namun pelat nomor dan kaca spion sudah dilepas.
Kapolsek Semarang Barat Kompol Dina Novita Sari mengatakan, dua pelaku tersebut masih anak di bawah umur, yakni NDW (14) dan SR (12).
Kedua bocah kelas 6 SD itu berbagi peran saat melancarkan aksinya.
"Satu tersangka berjaga-jaga di luar, satunya mengambil kunci yang diletakkan di meja barber. Lalu, ambil motor dan dibawa kabur," jelas Kompol Dina saat gelar perkara di Mapolsek Semarang Barat, Senin (7/6/2021).
Dina menjelaskan, usai dicuri, motor itu sempat dipakai keduanya berkeliling, kemudian disembunyikan di kamar.
"Namun, saat dipakai anak tersebut, rekan korban ada yang melihat, kok motornya mirip. Ternyata benar. Kemudian dibawa ke Polsek Semarang Barat," ucapnya.
Karena pelaku masih di bawah umur, kata Dina, pelapor berinisiatif untuk diupayakan restorasi justice atau keadilan restoratif.
"Dari keluarga terlapor sudah meminta maaf ke korban kemudian masalahnya diselesaikan secara restorasi justice," ujarnya.
Polisi berpangkat melati satu ini menambahkan, motif pencurian motor itu hanya dipakai untuk berkeliling karena orangtua pelaku tidak memiliki kendaraan.
Baca juga: Diduga Korban Malapraktik. Tangan Warga Sudagaran Banyumas Harus Diamputasi Gara-gara Sakit Perut
Baca juga: Dikepras untuk Pelebaran Jalan, Tebing di Sikenong Wanayasa Banjarnegara Longsor. Jalan Desa Putus
Baca juga: Luncurkan Website ISNU Banyumas, Wakil Bupati: Peradaban Bangsa Ditentukan Pengetahuan Warganya
Baca juga: Viral, Pasangan Remaja Ciuman di Kebun Teh Kemuning Karanganyar Terekam Kamera CCTV
"Cuma dipakai keliling-keliling saja sampai ke Kota Lama Semarang," jelasnya.