Breaking News:

Berita Salatiga

Pemkot Salatiga Bagi-bagi Parsel, Didapat dari 5 ASN yang Melaporkan Menerima Gratifikasi Lebaran

Larangan pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga menerima gratifikasi berupa parsel Lebaran ditindaklanjuti jajaran pemkot.

Editor: rika irawati
Shutterstock/Pascalis PW via Kompas.com
Ilustrasi parsel Lebaran. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SALATIGA - Larangan pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga menerima gratifikasi berupa parsel Lebaran ditindaklanjuti jajaran pemkot. Parsel yang terkumpul akhirnya dibagikan kepada warga miskin di kota tersebut.

Penyuluh Antikorupsi Pratama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Inspektorat Daerah Kota Salatiga, Jamil, mengungkapkan, ada delapan parsel dari lima aparatur sipil negara (ASN) yang dibagikan.

Jamil mengatakan, penyerahan parsel tersebut sesuai Surat Edaran Walikota Salatiga Nomor 450/335/300 tanggal 22 April 2021 tentang Pencegahan Gratifikasi terkait Hari Raya Keagamaan, Pelaporan Penerimaan/Penolakan di Lingkungan Pemerintahan Daerah Kota Salatiga.

"Gratifikasi berupa parsel atau makanan tersebut diserahkan kepada warga miskin di Kumpulrejo, Sidorejo Lor, serta ke Panti Asuhan Islam Sudirman, dan Panti Asuhan Masithoh di Kota Salatiga," kata Jamil saat ditemui, Jumat (21/5/2021).

Baca juga: Gubernur Jateng: Jangan Sampai Pejabat Minta Parsel, Apalagi Pungli Berkedok Zakat Seperti di Solo

Baca juga: Kasus Covid-19 di Salatiga Melonjak: 2 Kelurahan Masuk Zona Merah, Ruang Isolasi Penuh

Baca juga: DKK Salatiga: Empat Apotek Full Siaga Selama Libur Lebaran

Baca juga: Pedagang Dilarang Mremo di Komplek Pasar Raya Salatiga, Yuliyanto: Rawan Munculkan Klaster Baru

Sementara, barang gratifikasi dalam wujud barang pecah belah dan uang, dilaporkan ke KPK untuk mendapatkan penetapan status atas barang tersebut.

"Sehingga, sambil menunggu status, barang-barang tersebut kami simpan di UPG (Unit Pengendalian Gratifikasi) Inspektorat Daerah Kota Salatiga," kata Jamil.

Sementara, Sekretaris Inspektorat Kota Salatiga BPH Pramusinta menyampaikan, berdasarkan Perwali No 9 Tahun 2021, setiap ASN dan penyelenggara negara di Salatiga dilarang menerima gratifikasi dalam bentuk apapun.

"Dan jika terpaksa menerima karena tidak sanggup menolak, wajib melaporkan ke inspektorat melalui Unit Pengendalian Gratifikasi," ungkapnya.

Menurut Pramusinta, UPG akan melakukan analisa, telaah atas barang gratifikasi, dan meneruskan laporan ke KPK.

"Atas barang yang mudah busuk, berupa makanan, dapat disalurkan ke (masyarakat) yang membutuhkan. Pada tahun 2021 ini, UPG terus berupaya menyosialisasikan peraturan tentang larangan gratifikasi kepada seluruh ASN, penyelenggara negara di daerah, BUMD, dan masyarakat umum," jelasnya.

Baca juga: 2 Kecamatan Jadi Percontohan Penanganan Kasus Stunting, Ditangani Forum Jaga Stunting Banyumas

Baca juga: Bupati Purbalingga Minta OPD Prioritaskan Pembangunan Fisik dari DAK: Jangan Sampai Kembali ke Pusat

Baca juga: Kasus Video Syur Bu Kadus di Kendal Diselidiki: Diduga Pernah Beredar 2017, Polisi Periksa 3 Saksi

Baca juga: Wisata Perahu Waduk Sempor Kebumen Ramai, Pengelola Wajibkan Penumpang Pakai Jaket Pelampung

Dia berharap, kepatuhan tersebut akan memicu terciptanya pemerintahan dan masyarakat yang jujur, berintegritas, dan patuh hukum.

"Terima kasih dan apresiasi atas inisiatif dan kejujuran dari lima ASN tersebut, yang telah melaporkan menerima gratifikasi terkait Hari Raya Idulfitri 1442 H," kata Pramusinta.

"Ke depan, harapannya, seluruh ASN dan penyelenggara negara di daerah, dengan niat tulus, melaporkan gratifikasi yang diterima kepada UPG, baik terkait momen hari raya maupun tidak," ujarnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Parsel Lebaran yang Diterima ASN di Salatiga Dibagi-bagikan ke Warga Miskin".

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved