Berita Regional
Bikin Geleng Kepala! Mercon Buatan 10 Pemuda di Blitar Ini Berdiameter 27 Cm, Ada Pesan untuk Mantan
Polres Blitar mengamankan mercon berukuran besar, berdiameter 27,5 sentimeter, saat menggelar razia petasan jelang Idulfitri di wilayah Blitar, Jatim.
TRIBUNBANYUMAS.COM, BLITAR - Polres Blitar mengamankan mercon berukuran besar, berdiameter 27,5 sentimeter, saat menggelar razia petasan jelang Idulfitri di wilayah Blitar, Jawa Timur.
Tak hanya berukuran besar, yang membuat polisi geleng kepala, di petasan berukuran tinggi 13 sentimeter itu juga terdapat kertas berisi curahan hati (curhat) untuk mantan pacar.
Mercon tersebut diamankan dari 10 pemuda yang berniat meledakkan mercon secara bersama-sama. Selain satu mercon besar, dari tangan mereka, polisi juga mengamankan ratusan petasan berukuran kecil.
Curhat tersebut ditulis dalam bahasa Jawa, bunyinya: "Dear mantan. Mugo-mugo luputmu lan luputku dilebur koyo mbledose mercon iki!!" (Dear mantan. Semoga kesalahanku dan kesalahanmu dilebur seperti meletusnya mercon ini!!).
Tulisan tersebut sempat dikonfirmasi polisi ke sekelompok pemuda yang akan meledakkannya.
"Kata mereka, bercanda iya, serius juga iya. Katanya, 'siapa sih yang gak punya mantan (kekasih)," ujar Budi, Kepala Sitipol di Polres Blitar, dikutip dari Kompas.com, Sabtu(15/5/2021).
Baca juga: Miris! Setelah Ledakan yang Menewaskan 4 Orang, Warga Ngabean Kebumen Masih Simpan Bubuk Mercon
Baca juga: Lagi, Petasan di Ngabean Kebumen Memakan Korban. 3 Jari Bocah 10 Tahun Retak Kena Petasan Rawit
Baca juga: Penjual Bahan Mercon Maut yang Meledak di Undaan Kudus Jadi Tersangka, Terancam 20 Tahun Penjara
Baca juga: Petasan Maut di Undaan Kudus Tewaskan 1 Orang dan Lukai 3 Remaja, Meledak saat Lubang Sumbu Dibuat
Bagian seriusnya, kata Budi, adalah kata-kata berisi peleburan kesalahan yang itu juga identik dengan momen Lebaran dimana biasanya masyarakat saling bertemu dan saling meminta maaf, melebur kesalahan.
Patungan untuk beli bubuk peledak
Budi mengatakan, sepuluh pemilik ratusan mercon itu patungan membeli bubuk peledak mercon, sumbu, dan kertas.
Mereka lantas mengerjakan pembuatan mercon itu bersama-sama di rumah salah satu di antara mereka.
Para pemuda yang sebagian besar sudah berumah tangga itu berencana menyalakan ratusan mercon itu, persis setelah salat Idulfitri.
Ratusan mercon itu dirangkai sedemikian rupa sehingga sekali sumbu disulut, api akan merembet hingga terjadi letusan beruntun.
"Mercon dengan tempelan tulisan jenaka itu sedianya menjadi 'gong' atau meletus paling keras dan paling akhir," terang Budi.
Ia mengatakan, polisi tidak memproses kasus hukum terhadap mereka.
Para pembuat petasan hanya diminta menandatangani pernyataan tidak akan mengulangi perbuatan serupa dengan diketahui anggota kelurga serta parat desa setempat.