Breaking News:

Berita Kebumen

Lagi, Petasan di Ngabean Kebumen Memakan Korban. 3 Jari Bocah 10 Tahun Retak Kena Petasan Rawit

Ledakan petasan yang mengakibatkan korban luka kembali terjadi di desa tersebut, Jumat (14/5/2021). Bahkan, kejadian ini menimpa bocah 10 tahun.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Istimewa
Anggota Polres Kebumen meminta keterangan bocah korban ledakan petasan di Desa Ngabean, Kecamatan Mirit, Kebumen, yang kini dirawat di RSUD Prembun, Sabtu (15/5/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KEBUMEN - Ledakan petasan yang merenggut empat nyawa dan empat orang terluka di Desa Ngabean, Kecamatan Mirit, Kabupaten Kebumen, seolah belum cukup membuat sebagian warga di desa tersebut jera.

Ledakan petasan yang mengakibatkan korban luka kembali terjadi di desa tersebut, Jumat (14/5/2021). Bahkan, kejadian ini menimpa bocah berumur 10 tahun.

Habiburohman, nama bocah tersebut, asal RT 01 RW 04 Desa Ngabean, dilarikan ke rumah sakit setelah tangannya terkena letusan petasan rawit.

"(Saat ini) korban dalam perawatan RSUD Prembun," kata Kapolsek Mirit Iptu Supriyo, Sabtu (15/5/2021).

Baca juga: Ledakan Petasan Maut di Kebumen, Kapolda Jateng: Korban Diduga Meracik Mercon sambil Merokok

Baca juga: Terungkap, Obat Mercon yang Meledak dan Tewaskan 4 Warga Kebumen Dibeli dari Pati

Baca juga: Warga Ngabean Kebumen Trauma, Tradisi Nyalakan Petasan saat Idulfitri Bakal Hilang. Ini Sebabnya

Baca juga: Usai Salat Id dan Halalbihalal, Bupati Kebumen Cek Ibadah Kenaikan Isa Almasih di Gereja

Menurut Supriyo, kejadian berawal saat Habiburohman bermain petasan bersama tiga temannya.

Mereka menyalakan petasan rawit yang dibungkus gulungan kertas. Nahas, ledakan itu mengenai tangan Habiburohman hingga tiga jarinya retak.

Insiden ini tentu membuat ayah Habiburohman, Sugeng, panik. Dia segera membawa sang anak ke Puskesmas Bonorowo untuk mendapat perawatan.

Namun, pihak puskesmas kemudian merujuk ke RSUD Prembun.

Kejadian ini membuat Supriyo prihatin. Apalagi, Rabu (12/5/2021) malam, ledakan akibat petasan di desa tersebut juga memakan korban.

Empat orang dinyatakan tewas dan empat orang lainnya masih dirawat di rumah sakit.

Terkait kejadian ini, Polres Kebumen dibantu Koramil, Satpol PP, pemerintah kecamatan dan desa, melakukan razia petasan, Jumat.

Dari kegiatan tersebut, petugas gabungan menyita 1 kilogram serbuk petasan, ratusan selongsong petasan, dan alat yang digunakan untuk membuat petasan.

Baca juga: Masih Punya Ketupat Sisa? Coba Saja Bikin Burger Ketupat. Ini Resepnya

Baca juga: 12 Orang Tewas, Bom Meledak saat Berlangsung Salat Jumat di Afganistan

Baca juga: Suara Tiba-tiba Melambat dan Tercekik, Khatib Salat Idulfitri di Agam Meninggal di Mimbar

Baca juga: 5 Berita Populer: Toleransi saat Salat Id di Banjarnegara-Penjual Petasan Maut Kudus Jadi Tersangka

Kapolres Kebumen AKBP Piter Yanottama mengatakan, ini merupakan bentuk perhatian aparat untuk melindungi masyarakat agar ledakan petasan maut tidak kembali terjadi.

Dia pun menghimbau warga mulai menghilangkan kebiasaan bermain petasan yang membahanyakan keselamatan.

"Jika masyarakat masih ada yang menyimpan petasan ataupun serbuk petasan, segera serahkan kepada kantor polisi atau koramil terdekat. Kami hanya ingin mengamankan dan memusnahkan barang-barang berbahaya tersebut," katanya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved