Breaking News:

Mudik Lebaran 2021

Menag Yaqut Cholil Pastikan Tak Ada Dispensasi Mudik Lebaran bagi Santri

Menag Yaqut Cholil Qoumas menegaskan, pemerintah tidak akan memberikan dispensasi atau memfasilitasi para santri bisa pulang ke kampung halaman.

Editor: rika irawati
KOMPAS.com/RAKHMAT NUR HAKIM
Menang Yaqut Cholil Qoumas di Kantor Wapres, Jakarta. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menegaskan, pemerintah tidak akan memberikan dispensasi atau memfasilitasi para santri bisa pulang ke kampung halaman di tengah larangan mudik Lebaran 2021.

Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya peningkatan kasus Covid-19 di Tanah Air.

"Kami meminta dengan sangat hormat kepada para pengasuh, santri maupun orangtua santri, untuk bisa memahami aturan ini demi menjaga keselamatan jiwa kita bersama dari ancaman paparan Covid-19," ujar Yaqut dikutip dari siaran pers, Rabu (28/4/2021).

Baca juga: Muncul Klaster Covid-19 di Ponpes, Kemenag Kota Tegal: Berawal dari Seorang Santri Pulang ke Rumah

Baca juga: Wali Kota Salatiga Izinkan Santri dan ASN Mudik tapi Harus Kantongi Syarat Ini

Baca juga: Gubernur Ganjar Pranowo Imbau Santri di Jateng Tidak Mudik Jelang Lebaran

Baca juga: 52 Santri dan Pengasuh Ponpes di Ceper Klaten Positif Covid, Berawal dari Santri Alami Anosmia

Yaqut mengakui, kebijakan larangan mudik tersebut tidak mudah diterima kalangan pesantren.

Itu karena pondok pesantren kerap kali telah mengakhiri masa pembelajaran menjelang Hari Raya Idulfitri.

Namun, mengingat kasus Covid-19 di Indonesia masih belum menurun dan berpotensi kembali meningkat saat Lebaran, pemerintah pun mengeluarkan kebijakan larangan mudik bagi seluruh masyarakat tanpa terkecuali.

"Saya harap, semua masyarakat, termasuk kalangan santri, bisa memahami dengan baik munculnya larangan mudik Lebaran tahun ini," kata dia.

Yaqut mengatakan, jika santri dibolehkan mudik, akan ada dampak yang kompleks. Sebab, di tengah pandemi Covid-19 yang belum terkendali, dibutuhkan pengawasan dan kontrol ketat di lapangan.

Sementara, jumlah santri tidak sedikit, yang asalnya pun dari berbagai daerah di Tanah Air, sedangkan petugas pengawas sangat terbatas.

"Pergerakan jutaan santri ke berbagai daerah dalam waktu hampir bersamaan sangat rawan memunculkan klaster-klaster baru penularan virus. Bahaya lebih besar pun mengancam jika sampai rumah, virus itu turut memapar para anggota keluarganya. Bahaya yang sama juga bakal terjadi pada arus balik," kata dia.

Baca juga: Jelang Lebaran, Dinkes Kendal Siapkan 1000 Reagen Tes Rapid di Pusat Keramaian dan Perbelanjaan

Baca juga: Dishub Jateng Dirikan 2 Pos Penyekat di Cileduk dan Bojongsari, Jalan Tikus Pemudik dari Arah Barat

Baca juga: Mangkal di Tepi Jalan di Siang Bolong, 9 PSK Dikukut Satpol PP Kota Semarang, Bersama 23 PGOT

Baca juga: Curhat Pemilik Jasa Travel di Purwokerto di Tengah Larangan Mudik: Terpaksa Tawarkan untuk Wisata

Sebelumnya, Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta adanya dispensasi atau memfasilitasi para santri agar bisa mudik di tengah larangan pemerintah.

Pernyataan yang disampaikan Juru Bicara Wapres Masduki Baidlowi itu pun diralat bahwa Wapres Ma'ruf hanya menerima permintaan dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) agar memberi keringanan kepada santri. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Menag Tegaskan Tak Akan Ada Dispensasi Santri Mudik Lebaran".

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved