Breaking News:

Teror Virus Corona

52 Santri dan Pengasuh Ponpes di Ceper Klaten Positif Covid, Berawal dari Santri Alami Anosmia

Sebanyak 52 santri dan pengasuh sebuah pondok pesantren di Desa Ngawonggo, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten, terkonfirmasi positif Covid-19.

Shutterstock via Kompas.com
Ilustrasi pencegahan corona 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KLATEN - Sebanyak 52 santri dan pengasuh sebuah pondok pesantren di Desa Ngawonggo, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, terkonfirmasi positif Covid-19.

Jumlah tersebut melonjak setelah sebelumnya, satgas pengananan covid kecamatan menemukan ada 14 kasus di ponpes tersebut.

Kasus ini bermula ditemukan satu induk kasus. Satgas kemudian melakukan pelacakan atau tracing kontak erat yang kemudian menemukan 17 orang positif Covid-19.

"Perkembangan terakhir, bertambah 20 orang. Jumlah total kasus ada 52 orang yang terkonfirmasi Covid-19," kata Ketua Satgas Percepatan Pengendalian Covid-19 Kecamatan Ceper, Supriyono, saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa (13/4/2021).

Baca juga: Santri Ponpes Putri Colomadu Karanganyar Positif Covid, 3 Orang Masih Diisolasi di Asrama Donohudan

Baca juga: Santri Rentan Terpapar Covid-19, Dewan Minta Ponpes Jadi Prioritas Vaksinasi di Jateng

Baca juga: Girpasang Klaten Mulai Undang Wisatawan: Disediakan Gondola, Seberangi Jurang sedalam 150 Meter

Baca juga: Warga Bone Klaten Kaget S Ditangkap Densus 88 Antiteror, Kades Sebut Dia Dikenal Sosok yang Baik

Menurut Supri, sapaannya, dari 52 kasus positif tersebut, 16 orang di antaranya sudah dinyatakan sembuh dengan hasil swab PCR negatif.

Sedangkan yang masih melaksanakan isolasi mandiri di pondok ada sebanyak 36 orang. Mereka terdiri dari santri dan pengasuh pondok.

"Aktivitas pondok, sementara masih dihentikan. Kemarin koordinasi sama pondok, nanti sampai habis Lebaran," ungkap pria yang juga menjabat Camat Ceper itu.

Kasus Covid-19 di salah satu pondok pesantren di Desa Ngawonggo ini bermula dari seorang santri mengalami anosmia atau terganggunya fungsi indra penciuman.

"Satu siswa terus periksa di-swab hasilnya positif," kata Supriyono, sebelumnya.

Pihaknya kemudian melakukan tracing kontak erat di lingkungan pondok pesantren.

"Akhirnya, ditracing satu kelas dan satu asrama, ada sembilan santri yang positif. Kemudian, di luar asrama ada lima. Jadi, ada 14 santri positif," sambung dia.

Ponpes itu telah menjadi klaster penularan Covid-19 di Klaten karena santri yang positif jumlahnya banyak. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jumlah Santri Positif Covid-19 di Klaten Bertambah 20 Orang".

Baca juga: Bupati Banyumas Izinkan Pasar Tiban Takjil meski Pandemi: Pedagang dan Pembeli Harus Patuh Prokes

Baca juga: Tunggakan Klaim Penanganan Covid Tembus Rp 10 Miliar, RS Aisyiyah Ku‎dus Khawatir Tak Bisa Bayar THR

Baca juga: Rumah di Kebasen Banyumas Ludes Dilalap Api, Diketahui setelah Tetangga Cium Bau Benda Terbakar

Baca juga: Hari Pertama Puasa, Bupati Cilacap: Pedomani Protokol Kesehatan Tanpa Mengurangi Kekhusyukan Ibadah

Editor: rika irawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved