Breaking News:

Teror Virus Corona

Muncul Klaster Covid-19 di Ponpes, Kemenag Kota Tegal: Berawal dari Seorang Santri Pulang ke Rumah

Hasil penelusuran Kemenag Kota Tegal, klaster penularan Covid-19 di lingkungan ponpes ini muncul setelah seorang santri kembali setelah pulang.

Editor: rika irawati
Shutterstock via Kompas.com
Ilustrasi pencegahan corona 

TRIBUNBANYUMAS.COM, TEGAL - Sebanyak 11 santri dan dua guru di sebuah pondok pesantren di Kota Tegal positif Covid-19. Hasil penelusuran Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tegal, klaster penularan Covid-19 di lingkungan ponpes ini muncul setelah seorang santri kembali, setelah pulang ke rumah.

Kepala Kemenag Kota Tegal Ahmad Farhan mengatakan, saat itu, salah satu santri asal luar Kota Tegal itu meminta izin pulang karena keperluan mendesak.

"Ada kebutuhan mendesak keluar dan saat kembali ke pondok, mengeluh sakit. Biasanya memang tidak diperbolehkan keluar kecuali ada hal penting," kata Farhan, di kantornya, Rabu (28/4/2021).

Baca juga: Klaster Sekolah Berbasis Ponpes Muncul di Kota Tegal, Awalnya Ada Siswa yang Sakit, 13 Orang Positif

Baca juga: 52 Santri dan Pengasuh Ponpes di Ceper Klaten Positif Covid, Berawal dari Santri Alami Anosmia

Baca juga: Keputusan Final! Alun-alun Kota Tegal Tidak Digunakan untuk Salat Idulfitri, Berikut Alasannya

Baca juga: Empat Bulan Tangani 23 Kasus Narkoba, Kapolres Tegal Kota: Masa Pandemi Pengedar Makin Aktif

Farhan menegaskan, kegiatan di ponpes selama ini tetap menjalankan protokol kesehatan. Santri juga tidak diperbolehkan keluar jika tidak ada hal penting.

Termasuk, pembelajaran di MTs dalam ponpes tersebut juga dilaksanakan sistem daring atau tidak pembelajaran tatap muka (PTM).

"PTM tidak ada. Di situ ada dua lembaga, MTs dan Ponpes. Untuk MTS tidak ada izin, jadi selama ini daring. Jadi yang berkegiatan ya di pondok pesantrennya karena memang ada kebijakan khusus," katanya.

Farhan juga membeberkan kondisi terkini belasan santri dan dua ustaz yang terpapar Covid-19. Saat ini masih menjalani isolasi mandiri di Rusunawa Tegalsari.

"Satu santri isoman di rumah, sekarang sudah negatif Covid-19. 11 santri lain di Rusunawa. Kondisi terakhir, sehat bugar. Ustaznya ada dua, juga sehat," sebutnya.

Diberitakan sebelumnya, belasan santri di salah satu Pondok Pesantren (Ponpes) di Kota Tegal, Jawa Tengah, terinfeksi Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tegal dr Sri Primawati Indraswari mengatakan, munculnya klaster baru itu bermula saat salah satu santri asal luar daerah positif Covid-19.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved