Breaking News:

Berita Semarang

Mangkal di Tepi Jalan di Siang Bolong, 9 PSK Dikukut Satpol PP Kota Semarang, Bersama 23 PGOT

Satpol PP Kota Semarang menggelar operasi cipta kondisi dalam rangka Ramadan, Rabu (28/4/2021).

TRIBUNBANYUMAS/EKA YULIANTI FAJLIN
Petugas Satpol PP Kota Semarang mendata pekerja seks komersial (PSK) yang terjaring dalam operasi yustisia pekan ketiga Ramadan, Rabu (28/4/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Satpol PP Kota Semarang menggelar operasi cipta kondisi dalam rangka Ramadan, Rabu (28/4/2021).

Operasi kali ini menyasar pengemis, gelandangan, dan orang terlantar (PGOT), serta pekerja seks komersial (PSK) yang menjajakan diri pada siang hari.

Selama satu jam beroperasi, petugas menjaring 23 PGOT dan 9 PSK di sejumlah ruas jalan, di antaranya Jalan Ronggolawe, Kalibanteng, Semarang Indah, Indraprasta, Imam Bonjol, Patimura, dan Dr Cipto.

Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto mengatakan, operasi yustisi ini dalam rangka menjaga suasana Ramadan tetap kondusif dan bersih.

Baca juga: Kabar Mengejutkan Jelang Liga 1 2021, Abdul Abanda Rahman Berpisah dengan PSIS Semarang

Baca juga: Mulai 28 April, Bandara Ahmad Yani Semarang Layani Deteksi Covid-19 Pakai GeNose

Baca juga: Api Tiba-tiba Nyambar Pom Mini di Banyumanik Semarang, Dua Warga Dilarikan ke Rumah Sakit

Baca juga: Guru dan Siswa Terpapar Covid-19, Wali Kota Semarang: Dipastikan Bukan Karena Uji Coba PTM

Dia tidak ingin, momentum Ramadan dimanfaatkan PGOT untuk meminta-minta.

Pasalnya, cukup banyak warga luar Kota Semarang yang sengaja datang dan mengemis di ibu kota Provinsi Jawa Tengah ini.

Dia mencatat, sudah seratusan PGOT yang terjaring, sejak awal Ramadan hingga memasuki pekan ketiga Ramadan ini.

Giat ini juga menindaklanjuti laporan warga kepada Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi.

"Kami akan terus melakukan giat ini, terlebih, nanti menjelang Lebaran karena ini melanggar perda," papar Fajar.

PSK yang terjaring razia langsung dikirim ke Panti Rehabilitasi Sosial Wanito Utomo Kota Surakarta.

Fajar menambahkan, mereka akan dibina selama tiga bulan.

Baca juga: Curhat Pemilik Jasa Travel di Purwokerto di Tengah Larangan Mudik: Terpaksa Tawarkan untuk Wisata

Baca juga: Takut Ketahuan, Pencuri di Karanganyar Simpan Perhiasan Emas Curian di Tepi Sungai. Beberapa Hanyut

Baca juga: Takmir Masjid di Kabupaten Semarang Wajib Lapor ke Polsek setempat Jika Ingin Gelar Salat Idulftri

Baca juga: Warga Indramayu Diamankan saat Melaju di Banyumas, Bawa Belasan Ribu Petasan Menuju Kebumen

Sedangkan tujuh orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dikirim ke rumah sakit jiwa.

Sementara, pengemis atau manusia karung, dipulangkan ke daerah masing-masing.

"Saya minta mereka untuk pulang dan jangan mengulangi hal serupa lagi. Semarang ini tertib. Kalau minta-minta di sini, pasti saya tertibkan," ujarnya. (*)

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved