Breaking News:

Mudik Lebaran 2021

Wali Kota Salatiga Izinkan Santri dan ASN Mudik tapi Harus Kantongi Syarat Ini

Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga mengizinkan santri mudik atau pulang ke kampung halaman pada libur Lebaran 2021.

TRIBUNBANYUMAS/M NAFIUL HARIS
Wali Kota Salatiga Yuliyanto saat dijumpai di rumah dinasnya, Kamis (4/2/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SALATIGA - Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga mengizinkan santri mudik atau pulang ke kampung halaman pada libur Lebaran 2021.

Wali Kota Salatiga Yuliyanto tidak mempermasalahkan santri yang akan pulang ke daerahnya, selama memenuhi aturan dalam pengetatan perjalanan.

"Dalam aturan pengetatan perjalanan, ada sejumlah dokumen pendukung yang harus dipenuhi. Jadi, harus menyertakan keterangan rapid antigen dan surat dari pemangku wilayah. Ada juga periode waktunya," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Senin (26/4/2021).

Baca juga: Disebut Jozeph Paul Zhang Alumni UKSW Salatiga, Komentar Rektor Neil Rupidara: Itu Sikap Individu

Baca juga: Disiplin Warga Pakai Masker Mulai Kendor, Tiga Kelurahan di Salatiga Berstatus Zona Merah Covid-19

Baca juga: Terminal Tingkir Kota Salatiga Mulai Berlakukan Tes GeNose, Dipilih 10 Penumpang Secara Acak

Baca juga: 2 Pejabat Eselon II di Pemkot Salatiga Dilengser, Pelayanan ke Warga Dinilai Tak Maksimal

Ia menambahkan, pengetatan perjalanan dan larangan mudik bertujuan mengendalikan penyebaran virus Corona (Covid-19).

Sehingga, kelengkapan dokumen dianggap penting karena bertujuan menyelamatkan, bukan mempersulit masyarakat.

Terkait aparatur sipil negara (ASN), juga diperbolehkan melangsungkan mudik asalkan berada pada zona aman atau wilayah aglomerasi.

"Misal, memiliki izin atasan, membawa dokumen pendukung, dan berada di daerah aglomerasi atau mudik lokal. Kita semua tidak ingin lagi ada ledakan kasus Covid-19 akibat kelengahan dan ketidakdisiplinan," katanya.

Yuliyanto pun mengimbau masyarakat senantiasa menjalankan protokol kesehatan, terutama ASN. Jika kedapatan melanggar, maka ASN tersebut akan mendapatkan sanksi.

Selain penyekatan yang dilakukan aparat Polri, TNI, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan, lanjutnya, juga dilakukan aktivasi Satgas Covid-19 hingga tingkat RT.

"Jadi, kalau hari ini ada yang pulang dari luar daerah, bisa dilakukan deteksi dini dan 3T. Ruang isolasi juga ada, isolasi mandiri juga dilakukan," ujarnya. (*)

Baca juga: Retakan Tanah Mulai Terlihat, BPBD Banyumas Petakan 4 Kecamatan Rawan Longsor

Baca juga: Wabah Belum Berakhir, Warga Nekat Gelar Turnamen Voli. Acara Bahkan Dihadiri Bupati Banjarnegara

Baca juga: Ada Jemaah Positif Covid-19, Masjid di Jaten Karanganyar Ditutup 10 Hari

Baca juga: Peringati Harlah Ke-71, Fatayat NU Banyumas Bagi-bagi Sembako di Taman Andhang

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved