Berita Kudus

Dapat Bantuan 20 Pompa, Petani di Setrokalangan Kudus Mulai Keringkan Sawah dari Banjir

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus membantu proses pengeringan sawah seluas 20 hektare yang mengalami banjir di Desa Setrokalangan, Kaliwungu.

Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Dok Diskominfo Kudus
Tiga petani tengah menyedot air yang menggenangi sawah mereka di Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, Kudus, Selasa (23/2/2021). Penyedotan air ini dilakukan setelah petani mendapat bantuan pompa air. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus membantu proses pengeringan sawah seluas 20 hektare yang mengalami banjir di Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu.

Sedikitnya, 20 pompa diaktifkan untuk menyedot dan mengalirkan air ke spillway drain (SWD) 1.

Proses penyedotan air disaksikan Pelaksana Tugas (Plt) bupati Kudus Hartopo, camat Kaliwungu, perwakilan BBWS Pemali Juana, dan DPW Perhiptani Jawa Tengah, Selasa (23/2/2021).

Hartopo menjelaskan, pompanisasi dilakukan agar petani dapat segera bercocok tanam. Biasanya, pada bulan Maret, petani menanam buah melon.

"Namun, karena ada genangan air, petani kesulitan (menanam)," ujar dia.

Baca juga: Baru Dapat 9000 Dosis, Vaksinasi Covid Tahap Dua di Kudus Diprioritaskan bagi TNI, Polri, dan ASN

Baca juga: Alun-alun Simpang Tujuh Kudus Ditata Ulang, PKL Bakal Direlokasi ke Wahid Hasyim dan Pangeran Puger

Baca juga: Pura-pura Jadi Kurir Barang dan Tanya Alamat, Pria Ini Curi Ponsel Warga Jati Kulon Kudus

Baca juga: Terima 700 Paket Sembako dari Pusri, Plt Bupati Kudus: Untuk Korban Banjir Bukan Hanya Petani

Hartopo meminta, proses penyedotan air segera diselesaikan. Jika terdapat hambatan ataupun kendala, pihaknya meminta petani segera berkoordinasi.

"Ini semua agar petani bisa segera beraktivitas. Musim tanam mau mulai. Maka, saya minta Dinas Pertanian dan Pangan segera berkoordinasi kalau ada kekurangan, segera dikomunikasikan," ungkapnya.

Terkait normalisasi SWD 1, Hartopo meminta BBWS Pemali Juana terus bersinergi.

Pihaknya selalu terbuka untuk berkomunikasi demi kelancaran proses normalisasi maupun pemeliharaan tanggul.

"Selalu komunikasi dengan kami. Baik penanganan prabencana maupun pascabencana," ujar dia.

Dia berharap, bencana banjir tidak terulang. "Ini semua adalah upaya agar Kudus bisa lepas dari banjir," jelasnya.

Sementara itu, Suhartono, petani Desa Setrokalangan, menceritakan, dampak banjir membuatnya harus merugi hingga Rp 40 juta.

"Saya punya lahan empat hektare, biayanya Rp 10 juta per hektare. Harusnya bisa panen tapi tanamannya busuk jadi gagal panen," jelas dia.

Baca juga: Guru dan Tenaga Pendidik di Kota Semarang Mulai Divaksin, Disdik: Baru untuk Sekolah Negeri

Baca juga: 2 Bulan, Polres Jepara Tangkap 12 Pengedar Sabu dan Obat Terlarang

Baca juga: 5 Berita Populer: Dugaan Selingkuh Sekdes di Pemalang-Sudah 11 Hari Wakil Wali Kota Tegal Menghilang

Baca juga: Vaksinasi Tahap Dua di Banyumas Dimulai Hari Ini, Baru Datang 12.750 Dosis

Dia berterima kasih atas bantuan pompa air yang dipinjamkan sehingga lahannya bisa segera terbebas dari banjir.

"Terima kasih ada bantuan pompa ini karena saya mau menanam lagi," ujar dia.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved