Breaking News:

Penanganan Corona

Guru dan Tenaga Pendidik di Kota Semarang Mulai Divaksin, Disdik: Baru untuk Sekolah Negeri

Pemerintah Kota Semarang mulai melakukan vaksinasi Covid-19 kepada guru dan tenaga kependidikan (tendik), Selasa (23/2/2021).

TRIBUNBANYUMAS/EKA YULIANTI FAJLIN
Seorang guru mengikuti vaksinasi di Puskesmas Pandanaran, Kota Semarang, Selasa (23/2/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Pemerintah Kota Semarang mulai melakukan vaksinasi Covid-19 kepada guru dan tenaga kependidikan (tendik), Selasa (23/2/2021). Vaksinasi dilakukan di puskesmas terdekat dari sekolah masing-masing.

Di Puskesmas Pandanaran, sejumlah guru dan tenaga kependidikan dari berbagai sekolah, baik SD maupun SMP, terpantau menerima suntik vaksin.

Kepala Sekolah SDN Pleburan 4, Tanti Puji Astuti mengatakan, ada 10 guru dari sekolahnya yang mengikuti vaksinasi.

Namun, pada Selasa ini, baru ia yang terjadwal vaksinasi.

Guru lain, akan melakukan vaksinasi sesuai jadwal yang dipilih.

Baca juga: Masih Verifikasi Data, Pemkot Semarang Belum Berencana Salurkan Bansos bagi Warga Terdampak Covid

Baca juga: Dua Pemain PSIS Semarang Disuntik Vaksin Covid Tahap Kedua, Gubernur: Semoga Kompetisi Segera Mulai

Baca juga: Dihajar Cuaca Ekstrem, 60 Ribu Bibit Mangrove yang Ditanam di Pesisir Semarang Rusak

Baca juga: Tahun Ini, Pemkot Semarang Targetkan Bedah 1.641 Rumah Tak Layak Huni

Saat divaksin, Tanti mengaku sempat ketakutan hingga menyebabkan tekanan darahnya cukup tinggi. Dia sempat melakukan cek tekanan darah hingga tiga kali.

"Tensi pertama 160, kedua masih tinggi, hingga 164. Kemudian, tensi ketiga 150, baru diizinkan vaksin. Padahal, saya tidak punya riwayat hipertensi. Mungkin karena sempat ketakutan. Di samping itu, saya tidak tahan AC. Jadi, sering ke kamar mandi, bisa jadi memengaruhi emosi," papar Tanti, seusai divaksin.

Selesai divaksin, dia tidak merasakan reaksi apapun. Dia justru merasa senang telah mengikuti vaksinasi.

Menurut Tanti, kalangan guru menginginkan segera divaksin karena mereka berinteraksi dengan anak-anak. Terlebih, kata dia, usia kelas 1 masih cukup sulit diajak menerapkan protokol kesehatan, terutama memakai masker.

Dia berharap, aktivitas guru sebagai pengajar lebih aman setelah divaksin dan bisa segera mengajar tatap muka seperti sedia kala.

Halaman
123
Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved