Breaking News:

Berita Sragen

Dapat Kabar Vaksin Mereka Beda dari Pejabat, 900-an Pedagang Pasar Gemolong Sragen Tolak Vaksinasi

Sebanyak 900-an pedagang di Pasar Gemolong Sragen menolak vaksinasi Covid-19 tahap kedua. Mereka berasalan, masih takut dengan vaksinasi tersebut.

Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/MAHFIRA PUTRI MAULANI
ILUSTRASI. Petugas melakukan vaksinasi kepada tenaga kesehatan di Sragen, 26 Januari 2021. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SRAGEN – Sebanyak 900-an pedagang di Pasar Gemolong Sragen menolak vaksinasi Covid-19 tahap kedua. Mereka berasalan, masih takut dengan vaksinasi tersebut.

Padahal, sehari sebelumnya, petugas sudah menyosialisasikan kepada para pedagang. Sementara, pendataan dilakukan selama dua hari.

Data tersebut kemudian di serahkan ke Puskemas Gemolong dan dilanjutkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen.

"Kesempatan mendata, hanya dua hari, tanggal 12 dan 13 Februari. Tanggal 13 sore sudah dilaporkan ke Puskesmas Gemolong dan dilanjutkan ke DKK," kata Harjono, Lurah Pasar Gemolong, Jumat (19/2/2021).

Baca juga: Begini Cara Warga Siboto Sragen Jaga Perlintasan Kereta Tak Berpalang untuk Mencegah Kecelakaan

Baca juga: Teror Lempar Batu Terjadi di Jalan Raya Solo-Sragen, Kaca Mobil Warga Sragen Ambyar

Baca juga: Kabar Sertifikat Tanah Bakal Ditarik dan Diganti Sertifkat Elektronik, Ini Kata BPN Sragen

Baca juga: Tak Ada Penutupan Mal, Sragen Pilih Perketat Operasi Yustisi hingga Desa selama Jateng di Rumah Saja

Hasil pendataan selama dua hari, Harjono mengatakan, hanya ada 129 pedagang yang mau menerima vaksinasi Covid-19.

Padahal, ada seribuan pedagang di Pasar Gemolong.

"Pedagang yang mau divaksin 129 orang dari seribuan pedagang di pasar ini. Sebelumnya, sebenarnya kami sudah sosialisasikan terkait vaksinasi ini," lanjut Harjono.

Harjono mengatakan, para pedagang menolak dengan sejumlah alasan. Mereka menunggu petugas-petugas pasar, aparat TNI dan Polri, kecamatan, desa, divaksin untuk melihat reaksi yang ditimbulkan.

"Nanti, biar tahu keadaanya aman atau tidak. Alasan selanjutnya, masih menunggu komando dari ustad (ketua) organisasi keagamaan tertentu," katanya.

Sebagain pedagang juga berasalan akan mengikuti vaksin di masing-masing desa pedagang.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved