Breaking News:

Penanganan Corona

Tak Ada Penutupan Mal, Sragen Pilih Perketat Operasi Yustisi hingga Desa selama Jateng di Rumah Saja

Yuni menjelaskan, SE gubernur itu bersifat disesuaikan dengan kearifan lokal masing-masing daerah. Sehingga, keputusan berdasarkan kondisi daerah.

Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/MAHFIRA PUTRI MAULANI
Ilustrasi. Suasana lalu lintas di depan Alun-alun Sasono Langen Putro Sragen, 29 Desember 2020. Alun-alun Sragen merupakan satu tempat yang biasa ramai saat akhiri pekan. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SRAGEN – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) terkait pemberlakuan PPKM tahap dua disertai gerakan Jateng di Rumah Saja.

SE dari Gubernur Jawa Tengah Nomor 443.5.001933 itu berisi terkait pemberlakuan PPKM tahap dua disertai gerakan Jateng di Rumah Saja yakni, Sabtu dan Minggu (6-7/2/2021).

SE tersebut langsung dibahas Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati dalam rapat dengan forkopimda dan dinas lintas sektoral.

Usai rapat, Yuni menjelaskan, SE gubernur itu bersifat disesuaikan dengan kearifan lokal masing-masing daerah. Sehingga, keputusan diambil berdasarkan kondisi daerah.

Yuni menerangkan, tidak ada penutupan pusat perbelanjaan dan pasar di Sragen, selama gerakan Jateng di Rumah Saja. Hanya saja, operasi yustisi akan diperketat pada Sabtu dan Minggu.

"Tidak ada penutupan 2x24 jam selama dua hari itu. Sesuai dengan PPKM saja, termasuk tambahannya, barangkali adalah pada saat Sabtu dan Minggu nanti, operasi yustisi akan semakin ketat," terang Yuni, Rabu (3/2/2021).

Keluarga Histeris Sambut Jenazah Korban Sriwijaya Air Asal Sragen, Diantar via Darat dari Yogyakarta

Amelia Suciani Dilantik Jadi Anggota DPRD Sragen, Gantikan Ayah yang Terpilih sebagai Cawabup

Serahkan SK CPNS, Bupati Sragen Yuni Ingatkan CPNS Tak Bisa Ajukan Pindah sebelum 10 Tahun Mengabdi

Tak Diterima Utuh, Uang PKH Warga Desa Tanon Sragen Raib Rp 100 Ribu

Pada operasi yustisi ini, petugas dari TNI Polri akan berkeliling dan akan membubarkan jika ada kerumunan. Olahraga dan kumpul-kumpul pada saat Sabtu dan Minggu tidak diizinkan.

Yuni juga akan mengimbau para ASN tidak keluar rumah dan keluar kota dalam dua hari tersebut.

"Itu yang bisa dilakukan karena banyaknya masukan dari para pedagang kecil, UMKM, dan sebagainya. Kasihan, toh PPKM jilid 2 alhamdulillah dengan semua patuh, Sragen masuk zona oranye," katanya.

Nantinya, operasi yustisi selama gerakan Jateng di Rumah Saja menyasar hingga tingkat kelurahan dan desa.

Keberadaan Sragen yang berbatasan langsung dengan Jawa Timur juga tidak membuat pihaknya lantas menutup area masuk ke Kabupaten Sragen.

"Tidak ada yang ditutup, pemberlakuan jam operasional sama seperti pemberlakuan PPKM tahap 2. Tidak ada penutupan di perbatasan Jawa Timur karena Sragen jalan poros, kalau dari Sragen tidak boleh ke Ngawi nanti bagaimana?" Katanya.

Usai PPKM kedua, Yuni berharap, pihaknya tetap bisa secara perlahan mengerem kegiatan masyarakat dan tidak langsung terus membebaskan begitu saja.

Semua akan dilakukan secara bertahap, mencoba melakukan kelonggaran-kelonggaran kegiatan masyarakat seperti hajatan dan kegiatan sosial lain. (*)

Dapat Upah Rp 500 Ribu Sekali Taruh Barang, Daffa Ketagihan Edarkan Sabu di Kota Semarang

Gerakan Jateng di Rumah Saja di Kota Tegal: Semua Jalan Protokol Ditutup, Lampu PJU Dimatikan

Catat, Tilang Elektronik di Jawa Tengah Berlaku Mulai Maret 2021

5 Berita Populer: Keiklasan Penjaga Perlintasan KA di Kota Tegal-Sertifikat Tanah Diganti Elektronik

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved