Breaking News:

Berita Purbalingga

Kisah Guru Honorer Nyambi Ojol Hingga Jual Telur Asin di Purbalingga: Pandemi Juga Memukul Saya

Dari tempat tinggalnya, Desa Tegalpingen, Kecamatan Pengadegan, Susanti menuju kota Purbalingga, tempatnya mengais rezeki cukup jauh.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/KHOIRUL MUZAKKI
Susanti, guru honorer hendak berangkat mengais rezeki sebagai driver ojol dari tempat tinggalnya di Desa Tegalpingen, Kecamatan Pengadegan menuju Kota Purbalingga, Jumat (27/11/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Di halaman sebuah restoran di Purbalingga, Susanti menanti keberuntungan.

Begitupun teman-temannya sesama driver ojek online (ojol) yang ngetem bersamanya.

Mereka memiliki tatapan sama, penuh pengharapan.

Sayang di masa pandemi Covid 19 ini, pelanggannya jauh berkurang.

Baca juga: Potensi Zakat ASN Tinggi Tapi Cuma Terkumpul Rp 4 Miliar, Ini Kebijakan Baru Pemkab Purbalingga

Baca juga: Seratusan Warga Desa Blater Diserang Chikungunya, Dinkes Purbalingga: Jangan Dianggap Enteng

Baca juga: Beredar Skor Hasil Debat Paslon Pilkada Purbalingga, KPU: Itu Hoaks

Baca juga: Debat Publik Pilkada Purbalingga: Oji Pamer MoU Lima Perusahaan, Tiwi Beri Stimulus Rp 30 Juta

Bahkan, di awal-awal pandemi, ia pernah seharian tak dapat orderan.

Alhasil Santi hanya menghabiskan waktu untuk menungu pelanggan.

Banyak tenaganya hanya terbuang.

Padahal, bahan bakar minyak (BBM) di kendaraan matic miliknya sudah banyak tersedot karena perjalanan panjang.

Dari tempat tinggalnya, Desa Tegalpingen, Kecamatan Pengadegan menuju kota Purbalingga, tempatnya mengais rezeki cukup jauh.

“Malah tombok, kejadian di awal-awal pandemi, pernah tidak dapat penumpang,” katanya kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (27/11/2020). 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved