Minggu, 10 Mei 2026

Berita Kesehatan

Seratusan Warga Desa Blater Diserang Chikungunya, Dinkes Purbalingga: Jangan Dianggap Enteng

Dinkes Kabupaten Purbalingga telah melakukan pengobatan terhadap seratusan warga Desa Blater yang terserang chikungunya.

Tayang:
Penulis: khoirul muzaki | Editor: deni setiawan
FREEPIK.COM
ILUSTRASI penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk seperti chikungunya. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - 77 warga Desa Blater, Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga dinyatakan sembuh dari chikungunya.

Belum hilang ancaman Covid-19, warga desa tersebut dihantui chikungunya.

Sebelumnya, 106 warga desa tersebut terserang virus yang menginfeksi melalui perantara nyamuk ini.

Baca juga: Berempati, Pemkab Purbalingga Himpun Bantuan untuk Korban Banjir Longsor di Cilacap dan Banyumas

Baca juga: Beredar Skor Hasil Debat Paslon Pilkada Purbalingga, KPU: Itu Hoaks

Baca juga: Debat Publik Pilkada Purbalingga: Oji Pamer MoU Lima Perusahaan, Tiwi Beri Stimulus Rp 30 Juta

Baca juga: Kasus Positif Covid-19 dari Nakes dan Warga Melonjak, Ini yang Dilakukan Pemkab Purbalingga

Chikungunya adalah infeksi virus yang biasanya ditandai dengan demam dan nyeri sendi. 

Virus ini menulari manusia melalui gigitan nyamuk.

Dinkes Kabupaten Purbalingga telah melakukan pengobatan terhadap seratusan warga Desa Blater yang terserang chikungunya.

Kepala Dinkes Kabupaten Purbalingga, Hanung Wikantono mengatakan, warga yang terinfeksi telah diobati.

Tidak ada pasien yang sampai menjalani rawat inap di rumah sakit karena penyakit ini.

“Kami obati secara rawat jalan,” katanya kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (26/11/2020).

Laporan terbaru yang diterimanya, warga yang sembuh dari chikungunya terus bertambah.

Dari semula 37 orang, kini bertambah menjadi 77 orang.

Di sisi lain, ada tambahan kasus warga yang terinfeksi chikungunya sebanyak 25 orang.

Dengan demikian, total kasus warga yang terkena chikungunya ada 131 jiwa, dari semula 106 orang.

“Total kasus 131,” katanya.

Hanung mengatakan, chikungunya bukanlah penyakit mematikan.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved