Breaking News:

Berita Tegal

Hakim Tolak Eksepsi Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Wasmad, Sidang Kasus Konser Dangdut Berlanjut

Eksepsi wakil ketua DPRD Kota Tegal itu dinilai belum cukup beralasan untuk membantah dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

TRIBUNBANYUMAS/FAJAR BAHRUDDIN ACHMAD
Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Wasmad Edi Susilo menjalani sidang kedua kasus konser dangdut di PN Tegal, Selasa (24/11/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, TEGAL - Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Tegal menolak nota keberatan atau eksepsi terdakwa kasus konser dangdut di tengah wabah Covid-19, Wasmad Edi Susilo.

Eksepsi wakil ketua DPRD Kota Tegal itu dinilai belum cukup beralasan untuk membantah dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Hal ini disampaikan hakim dalam sidang lanjutan di PN Tegal dengan agenda putusan sela, Kamis (26/11/2020).

Atas putusan ini, hakim akan melanjutkan proses peradilan dengan pemeriksaan saksi.

"Memerintahkan pemeriksaan perkara pidana Nomor 123/Pid.sus/2020/PN Tgl atas nama Wasmad Edi Susilo SH bin (alm) Sudarno dilanjutkan," ujar Ketua Majelis Hakim Toetik saat membaca putusan sela dalam persidangan.

Baca juga: Tak Didampingi Pengacara, Wasmad Langsung Bacakan Eksepsi di Sidang Perdana Kasus Konser Dangdut

Baca juga: Sidang Kasus Konser Dangdut Berlanjut, Ini Tanggapan Jaksa Atas Eksepsi Wakil Ketua DPRD Kota Tegal

Baca juga: Tak Munculkan Klaster Baru Covid-19, Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Berharap Divonis Tak Bersalah

Baca juga: Diperiksa 5 Jam, Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Akui Abaikan Perintah Batalkan Konser Dangdut

Humas Pengadilan Negeri Kelas I A Tegal, sekaligus anggota majelis hakim, Fatarony mengatakan, ada dua poin dalam eksepsi yang diajukan Wasmad.

Pertama, Wasmad mempermasalahkan penyidikan yang dilakukan oleh kepolisian.

Dia berdalih, kewenangan penyidikan UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan ada di ranah Pejabat Pegawai Negeri Sipil (PPNS).

Terkait hal ini, majelis hakim tidak menerima karena pelanggaran aturan tersebut masuk ke ranah pra peradilan.

Fatarony mengatakan, poin kedua dari eksepsi yang disampaikan WES adalah hajatan dan konser dangdut yang diselenggarakannya tidak berada di masa karantina wilayah atau Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Terkait hal ini, majelis hakim tidak menerima lantaran pembahasannya sudah masuk pokok perkara persidangan.

"Keberatan tersangka mengenai Kota Tegal tidak dalam PSBB, itu nanti masuknya ke ranah pembuktian. Jadi, akan dilihat dalam persidangan setelah ini," jelasnya.

Baca juga: Diserbu Warganet Lewat Tagar #Prayfortratagan, Ini Penjelasan Bupati Banyumas Atas Larangan Hajatan

Baca juga: Berempati, Pemkab Purbalingga Himpun Bantuan untuk Korban Banjir Longsor di Cilacap dan Banyumas

Baca juga: Jelang Pilkada, Polres Blora Bagikan 38 Motor untuk Bhabinkamtibmas

Baca juga: Mulai Hari Ini, 4 Objek Wisata Milik Pemkab Banyumas Tutup Lagi Hingga 10 Desember 2020

Baca juga: Harus Dicontoh, Warga Katelan Sragen Tak Jauhi Pasien Covid-19 Malah Bergantian Cukupi Kebutuhan

Seperti diketahui, Wasmad didakwa melanggar Undang-undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

Dia ditetapkan sebagai tersangka seusai menggelar konser dangdut di Lapangan Tegal Selatan pada Rabu (23/9/2020), di tengah wabah Covid-19 yang belum terkendali. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved