Breaking News:

Berita Banyumas

Diserbu Warganet Lewat Tagar #Prayfortratagan, Ini Penjelasan Bupati Banyumas Atas Larangan Hajatan

Respon penolakan atas larangan menggelar pesta hajatan juga disampaikan melalui kolom komentar media sosial Instagram milik bupati Banyumas.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM/PERMATA PUTRA SEJATI
Bupati Banyumas Achmad Husein saat ditemui di kompleks rumah dinas bupati, Selasa (10/11/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Kebijakan Bupati Banyumas Achmad Husein melarang pesta hajatan untuk menekan kasus Covid-19, mendapat kritik dari masyarakat.

Ramai diperbincangkan di media sosial dan muncul tanda pagar (tagar) #prayfortratagan di Facebook dan Whatsapp Grup.

Tagar tersebut menyertai postingan berisi kalimat 'Turut berduka cita atas matinya hak dan perekonomian pekerja seni (tratag/tenda hajatan, tukang sound, tukang rias, penyanyi, tukang foto dan tukang dekor)'.

Respon penolakan atas larangan menggelar pesta hajatan juga disampaikan melalui kolom komentar media sosial Instagram milik bupati Banyumas.

Hingga Kamis (26/11/2020) pagi, setidaknya, ada 3.297 komentar, baik yang mendukung ataupun yang menolak dengan kebijakan tersebut.

Baca juga: Kasus Covid-19 Capai 25 Per Hari, Pemkab Banyumas Larang Hajatan dan Tutup Tempat Wisata

Baca juga: Banyumas Kembali Masuk Zona Oranye, Ini Saran Tim Ahli Satgas Covid-19

Baca juga: Larang Kerumunan Cegah Covid-19, Bupati Banyumas: Kalau Perlu, Bubarkan Pakai Truk Penyemprot Air

Baca juga: Mulai Hari Ini, 4 Objek Wisata Milik Pemkab Banyumas Tutup Lagi Hingga 10 Desember 2020

Bupati Banyumas Achmad Husein pun merespon aksi penolakan warga tersebut.

"Saya menerima kritikan pedas dan kasar, tentang menghentikan dan tidak memperbolehkan hajatan," ujar Husein dalam siaran video Instagram pribadinya, Kamis.

Husein mengaku terpaksa mengeluarkan kebijakan tersebut karena lonjakan kasus Covid-19.

"Saya harus menarik rem darurat. Kemarin, dalam sehari, terdapat tujuh orang yang meninggal akibat Covid-19. Setiap hari, juga terjadi penambahan kasus terkonfirmasi positif lebih dari 100 orang," ungkapnya.

Bupati mengatakan, jika ruang isolasi rumah sakit di Banyumas saat ini juga sudah penuh dan pasien yang menunggu di IGD sudah banyak.

Husein berharap, masyarakat dapat memahami dan mengerti kondisi saat ini. Dia pun berjanji, saat pandemi mereda, pemkab kembali membuka izin gelaran pesta hajatan.

"Mohon masyarakat dapat memahami, mengerti. (Kebijakan) ini tidak selamanya. Jika (pandemi) sudah reda, toh hajatan akan diizinkan kembali," ujarnya. (Tribunbanyumas/jti)

Baca juga: Berempati, Pemkab Purbalingga Himpun Bantuan untuk Korban Banjir Longsor di Cilacap dan Banyumas

Baca juga: Jelang Pilkada, Polres Blora Bagikan 38 Motor untuk Bhabinkamtibmas

Baca juga: Harus Dicontoh, Warga Katelan Sragen Tak Jauhi Pasien Covid-19 Malah Bergantian Cukupi Kebutuhan

Baca juga: Beredar Skor Hasil Debat Paslon Pilkada Purbalingga, KPU: Itu Hoaks

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved