Berita Banyumas

Mulai Hari Ini, 4 Objek Wisata Milik Pemkab Banyumas Tutup Lagi Hingga 10 Desember 2020

Objek wisata yang dikelola oleh Pemkab Banyumas yaitu Baturraden, Andhang Pangrenan, Bale kemambang, juga Taman Hiburan Pangsar Sudirman.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM/PERMATA PUTRA SEJATI
Kepala Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas, Asis Kusumandani, saat ditemui di Balai Desa Gerduren, Kecamatan Purwojati, Banyumas, Kamis (26/11/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Kepala Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas, Asis Kusumandani, mengatakan, mulai hari ini (26/11/2020) sampai 10 Desember 2020, objek wisata yang dikelola Pemkab, ditutup.

Objek wisata yang dikelola oleh Pemkab Banyumas yaitu Baturraden, Andhang Pangrenan, Bale Kemambang, juga Taman Hiburan Pangsar Sudirman.

"Sementara, yang ditutup adalah objek wisata yang dikelola oleh Pemkab Banyumas. Ditutupnya dua pekan sampai 10 Desember atau setengah bulan," ujar Asis saat ditemui di Balai Desa Gerduren, Kecamatan Purwojati, Banyumas, Kamis (26/11/2020).

Baca juga: Tak Ditutup, Tempat Wisata di Banyumas Hanya Diwanti-wanti Terapkan Prokes Ketat Cegah Covid-19

Baca juga: Kasus Covid-19 Capai 25 Per Hari, Pemkab Banyumas Larang Hajatan dan Tutup Tempat Wisata

Baca juga: Warga Karangkemiri Hibahkan Lima Benda Bersejarah, Kini di Dinas Arpusda Banyumas, Ini Bentuknya

Baca juga: Banyumas Sudah Punya Mesin Pirolisis, Mengolah Residu Sampah Anorganik Tanpa Tersisa

Penutupan objek wisata milik pemkab tersebut merupakan upaya antisipasi penyebaran Covid-19 di Banyumas yang akhir-akhir ini dinilai tak terkendali.

"Saya berani menyampaikan seperti ini karena di Perda sudah jelas diatur. Walaupun belum ditemukan klaster wisata tapi tetap kami antisipasi," katanya.

Menurutnya, jika kasus Covid-19 di Banyumas masih tidak terkendali maka penutupan akan diperpanjang tempat-tempat wisata itu akan diperpanjang.

Asis berpesan jika penerapan protokol kesehatan bukan hanya dijalankan pengelola wisata tetapi jasa usaha pariwisata juga harus bersinergi bersama.

Misalnya, penyedia warung makan dan penginapan, juga harus ikut berpartisipasi melaksanakan protokol Covid-19 secara ketat.

"Misalnya penyajian secara prasmanan agar tetap menerapkan protokol kesehatan. Kalau mau ambil sendiri, diberi sarung tangan atau sebagainya," terangnya.

Baca juga: Harus Dicontoh, Warga Katelan Sragen Tak Jauhi Pasien Covid-19 Malah Bergantian Cukupi Kebutuhan

Baca juga: 2 Artis Diduga Terlibat Prostitusi Online, Diamankan Polisi di Hotel di Sunter Jakarta Utara

Baca juga: Terima Penghargaan dari KIP, Pemprov Jateng Dinilai Paling Informatif

Baca juga: Jadi Tersangka Dugaan Suap Ekspor Benur, Menteri KKP Edhy Prabowo Minta Maaf ke Jokowi dan Prabowo

Dinporabudpar Banyumas telah melakukan sosialisasi kepada seluruh pengusaha hotel dan rumah makan di Banyumas agar taat dan patuh protokol kesehatan.

Asis menegaskan, penerapan protokol kesehatan secara ketat mutlak dilakukan.

Bahkan, jika ada tempat wisata yang masih membandel dan tidak sesuai protokol kesehatan, izin operasionalnya akan dicabut.

"Ini sebagai bentuk pencegahan. Kalau yang lain tidak ingin tutup, ya patuhi protokol kesehatan," ujarnya. (Tribunbanyumas/jti)

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved