Jumat, 24 April 2026

Berita Banyumas

Banyumas Kembali Masuk Zona Oranye, Ini Saran Tim Ahli Satgas Covid-19

Setelah sempat turun ke zona kuning, tingkat penyebaran virus corona atau Covid-19 di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, kembali naik ke zona oranye.

Editor: rika irawati
Handout / US Food and Drug Administration / AFP
Ilustrasi virus Covid-19. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Setelah sempat turun ke zona kuning, tingkat penyebaran virus corona atau Covid-19 di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, kembali naik ke zona oranye atau risiko sedang.

Tim Ahli Satgas Covid-19 Pemkab Banyumas Yudhi Wibowo mengatakan, dari hasil pemantauan pada Jumat (20/11/2020), Banyumas termasuk salah satu dari 25 kabupaten di Jawa Tengah yang masuk zona oranye.

"Berdasarkan pemantauan, penularan di komunitas cenderung tinggi. Artinya, upaya pencegahan atau pemutusan rantai penularan di komunitas belum maksimal," kata Yudhi melalui keterangan resmi, Minggu (22/11/2020).

Kondisi tersebut, menurut Yudhi, sangat terkait erat dengan bagaimana kedisiplinan masyarakat terhadap upaya 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak minimal 2 meter dan mencuci tangan pakai sabun.

Baca juga: Ketersediaan Ruang Isolasi Makin Terbatas, Kebijakan Ini Terpaksa Dipilih Pemkab Banyumas

Baca juga: Alhamdulillah, Subsidi Gaji Termin II bagi Pekerja Swasta di Banyumas Mulai Disalurkan

Baca juga: Kasus Covid-19 di Banyumas Bertambah Lebih dari 10 Per Hari, Bupati: Nyaris Tidak Terkendali

Baca juga: Hati-hati Lintasi Jalan Penghubung Sokaraja Banyumas dengan Purbalingga, Tebing Sungai Pelus Ambrol

Selain itu, menurut ahli epidemiologi lapangan tersebut, peningkatan risiko penularan juga dipengaruhi mobilitas penduduk.

Sebab, virus corona dibawa oleh orang terkonfirmasi positif Covid-19 namun tanpa gejala atau OTG.

"OTG sangat potensial menjadi super spreader atau penyebar/penular tercepat kepada orang lain. Oleh karena itu, dalam rangka memutus rantai penularan maka masyarakat diimbau tetap disiplin terhadap 3M," kata Yudhi.

Di sisi lain, upaya menemukan kasus positif melalui penemuan kasus secara aktif maupun penelusuran kontak erat, harus ditingkatkan sesuai standar WHO.

Menurut Yudhi, upaya testing, tracing, dan treatment ini dalam rangka menemukan yang positif secepat mungkin dan melakukan upaya isolasi.

Untuk menanggulangi penyeberan Covid-19 yang lebih luas, tim ahli memberikan beberapa rekomendasi, yaitu masyarakat disarankan tetap berada di rumah.

Kemudian, tetap jaga jarak jika di luar rumah, dan menerapkan protokol ketat di transportasi umum.

Selain itu, masyarakat disarankan bekerja dari rumah, kecuali untuk fungsi-fungsi tertentu.

Pembukaan tempat-tempat umum dan perjalanan harus dengan protokol kesehatan.

Juga, aktivitas bisnis dibuka terbatas, kecuali keperluan esensial.

Baca juga: Miris, Pelanggar Protokol yang Terjaring Operasi Yustisi di Kabupaten Tegal Selalu Meningkat

Baca juga: Mayat Bayi Masih Berplasenta Ditemukan Mengambang di Saluran Air di Tosaran Kabupaten Pekalongan

Baca juga: Masih Cenderung Sepi, 4 Bioskop di Kota Semarang Mulai Buka Lagi

Baca juga: Kampus ISI Solo Ditutup Sepekan Menyusul Temuan 2 Kasus Covid-19

Fasilitas pendidikan disarankan ditutup sementara dan kelompok rentan tetap tinggal di rumah.

Berdasarkan data terbaru, hingga hari ini, tercatat 1.206 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Banyumas.

Rinciannya, 807 orang sembuh; 141 orang dirawat di rumah sakit; 28 orang di tempat isolasi khusus; 221 isolasi mandiri; dan 37 orang meninggal dunia. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Banyumas Masuk Zona Oranye, Penularan di Komunitas Dinilai Cukup Tinggi".

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved