Breaking News:

Penanganan Corona

Miris, Pelanggar Protokol yang Terjaring Operasi Yustisi di Kabupaten Tegal Selalu Meningkat

Setiap kali melakukan operasi yustisi, dia menemukan warga yang melanggar protokol kesehatan. Jumlahnya selalu meningkat dibanding operasi sebelumnya.

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/DESTA LEILA KARTIKA
Seorang pengendara motor tak bermasker dihentikan anggota tim gabungan operasi yustisi di area Pasar Balamoa Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal, Minggu (22/11/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SLAWI - Jumlah kasus Covid-19 di Kabupaten Tegal menembus lebih dari 1.000 kasus. Namun, masih banyak warga yang acuh dan tak menerapkan protokol kesehatan.

Kondisi ini pun dikeluhkan Kasi Linmas Satpol PP Kabupaten Tegal, Mardiarto, yang kerap melakukan operasi yustisi bersama tim Satpol PP dan jajaran lain, semisal TNI, Polri, Kesbangpol, Pemda, dan Linmas.

Setiap kali melakukan operasi yustisi, dia menemukan warga yang melanggar protokol kesehatan.

Yang membuat tambah miris, jumlah pelanggar, meningkat dari waktu ke waktu.

Adanya Perbup No 62 Tahun 2020, seperti tidak ada efeknya bagi masyarakat.

"Kami sangat menyayangkan, masih banyak sekali ditemukan warga yang melanggar protokol kesehatan, terutama tidak pakai masker. Bahkan, pada hari Minggu ini, banyak sekali yang melanggar, di area Pasar Balamoa saja sudah puluhan orang," ungkap Mardiarto, Minggu (22/11/2020).

Baca juga: 18 Pedagang Pasar Balamoa Positif Covid-19, Total 4 Pasar di Kabupaten Tegal Ditemukan Kasus Corona

Baca juga: Petugas Pemakaman Tak Kunjung Datang, 3 Polisi Polres Tegal Kota Akhirnya Makamkan Pasien Covid-19

Baca juga: KBM Tatap Muka Dihentikan Sementara, Lokasi Terlalu Dekat Pasar Kupu Kabupaten Tegal

Baca juga: Tambah 36 Ruang Isolasi, RSUD Kardinah Tegal Pindahkan Pasien Suspek Covid-19 dari Tenda Darurat

Dijelaskan, lintas sektoral di wilayah Kabupaten Tegal rutin melaksanakan operasi yustisi, bahkan dari pagi sampai malam, terbagi menjadi beberapa jadwal.

Mulai pukul 08.00 pagi, 15.30 sore, dan 20.00 WIB. Pihaknya menyasar lokasi yang berpotensi menimbulkan kerumunan di seluruh wilayah Kabupaten Tegal.

Terkait sanksi yang diberikan, masih sama sesuai yang tertera di Perbup no 62 tahun 2020, yaitu sanksi denda Rp 10 ribu.

Sedangkan sanksi sosial, semisal menyapu atau membersihkan lingkungan sekitar, menyanyikan lagu Indonesia Raya, atau mengucapkan Pancasila, juga diterapkan, tergantung pilihan warga terjaring.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved