Breaking News:

Gunung Merapi Terkini

Satgas Penanganan Covid-19 Magelang Minta Donatur Tak Sumbang Nasi Bungkus ke Pengungsi Merapi

Nanda mengimbau, para donatur bisa membantu dalam bentuk bahan makanan yang bisa diolah petugas di dapur umum.

Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/HERMAWAN HANDAKA
Anggota Sat Brimob Polda Jawa Tengah bertugas di dapur umum menyiapkan makanan bagi pengungsi Merapi di Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu (21/11/20). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, MAGELANG - Di tengah pandemi Covid-19 yang belum terkendali, pemerintah mengimbau masyarakat lebih bijak dan hati-hati saat hendak memberikan sumbangan langsung kepada pengungsi Merapi.

Penularan virus tersebut sangat rawan terjadi di lokasi pengungsian jika tidak disiplin protokol kesehatan.

"Kami imbau masyarakat yang mau membantu pengungsi untuk lebih bijak. Sejauh ini, masih banyak yang menyumbang nasi bungkus, padahal sudah ada dapur umum di mana makanan disajikan prasmanan, ada petugas yang mengambilkan untuk mencegah penularan Covid-19," terang Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Nanda Cahyadi Pribadi dalam keterangan pers di Command Center komplek kantor Pemkab Magelang, Jumat (20/11/2020) sore.

Baca juga: Di Tengah Ancaman Erupsi, Musimin Tetap Setia Menyelamatkan Anggrek Khas Gunung Merapi

Baca juga: UPDATE MERAPI: Magma Mendekati Permukaan, Potensi Bahaya Ada di Sisi Tenggara

Baca juga: TNGM: Peningkatan Aktivitas Gunung Merapi Belum Pengaruhi Satwa

Baca juga: Tempat Pengungsian Merapi di Deyangan Magelang Dilengkapi Bilik Asmara, Digunakan Seizin Pengelola

Nanda mengimbau, para donatur bisa membantu dalam bentuk bahan makanan yang bisa diolah petugas di dapur umum. Selain itu, kebutuhan lain yang betul-betul dibutuhkan pengungsi Merapi.

Bantuan juga tidak perlu diserahkan langsung ke lokasi pengungsian guna mencegah kerumunan orang yang berpotensi terjadi penularan Covid-19.

Bantuan bisa disalurkan melalui posko induk maupun di kantor kecamatan setempat.

Hal itu juga dikatakan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen saat mengunjungi posko pengungsian di Desa Deyangan, Kecamatan Martoyudan, Kabupaten Magelang, Jumat (20/11/2020).

"Untuk para donatur, pengumpul atau adik-adik mahasiswa yang mengumpulkan dana atau sumbangan, tolong ini dititipkan di kecamatan. Jangan langsung masuk ke pengungsian karena itu juga berbahaya tentang penularan Covid-19. Ini yang perlu kita antisipasi," katanya.

Menurut Yasin, yang dihadapi saat ini tidak hanya ancaman bahaya Gunung Merapi tapi juga penularan Covid-19.

Sementara itu, Bupati Magelang, Zaenal Arifin memastikan pengungsian erupsi Merapi di Kabupaten Magelang digelar dengan standar protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Baca juga: Petugas Pemakaman Tak Kunjung Datang, 3 Polisi Polres Tegal Kota Akhirnya Makamkan Pasien Covid-19

Baca juga: Asal Usul Kanjeng Kiai Pamor, Pusaka Keraton Solo untuk Bahan Keris yang Berasal dari Iron Meteorit

Baca juga: Kemenhub Berencana Batasi Angkutan Truk saat Libur Akhir Tahun, Ini Kata Aptrindo Jateng dan DIY

Baca juga: 18 Pedagang Pasar Balamoa Positif Covid-19, Total 4 Pasar di Kabupaten Tegal Ditemukan Kasus Corona

Bahkan, saat ini, Pemkab sedang menyiapkan aplikasi digital untuk memudahkan pengelolaan pengungsi, termasuk distribusi bantuan masyarakat.

"Jadi, nanti daftar sumbangan yang masuk, daftar pengungsi di sini, nanti akan ada aplikasi yang kita kasih nama sementara ini, Jannoko Pengungsi Magelang. Nanti, di situ, akan ada datanya semua, tentunya akan memudahkan donatur dan inventarisasi kebutuhan-kebutuhan yang ada di lapangan," katanya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Cegah Covid-19, Warga Diimbau Tak Sumbang Nasi Bungkus untuk Pengungsi Merapi".

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved