Breaking News:

Berita Bisnis

Kemenhub Berencana Batasi Angkutan Truk saat Libur Akhir Tahun, Ini Kata Aptrindo Jateng dan DIY

Aptrindo Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta menganggap rencana pemerintah membatasi operasional truk libur akhir tahun tak ada urgensinya.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: rika irawati
TRIBUN BANYUMAS/AKHTUR GUMILANG
ILUSTRASI. Sebuah truk melewati GT Kalikangkung, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Senin (27/4/2020). Angkutan truk bakal dibatasi saat libur akhir tahun. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan skema pembatasan mobilisasi angkutan barang. Tujuannya, mengurangi kepadatan lalu lintas saat momen libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 atau Nataru.

Dalam Rancangan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) tentang pengaturan lalu lintas melalui operasional mobil barang pada masa angkutan Nataru 2020 yang diterima Tribunbanyumas.com, Kemenhub memprediksi, total libur mencapai 11 hari.

Yakni, puncak mudik pada Kamis (24/12/2020) dan puncak arus balik pada Minggu (3/1/2021). Hitungan itu melingkupi libur Nataru dan cuti bersama pengganti Lebaran 2020.

Pada puncak mudik, angkutan kendaraan dibatasi selama tiga hari, yakni Rabu-Jumat (24-25/12/2020). Sedangkan pada arus balik, kendaraan barang dibatasi dari Sabtu-Senin (2-4/1/2021).

Baca juga: Tok, UMK 2021 di 35 Kabupten/Kota di Jateng Naik. Ini Rinciannya

Baca juga: Ingin Nikmati Kamping di Pinggir Pantai? Datang Saja ke Pantai Glagah Wangi, Wisata Baru di Demak

Baca juga: 18 Pedagang Pasar Balamoa Positif Covid-19, Total 4 Pasar di Kabupaten Tegal Ditemukan Kasus Corona

Baca juga: Di Tengah Ancaman Erupsi, Musimin Tetap Setia Menyelamatkan Anggrek Khas Gunung Merapi

Menanggapi hal ini, pengusaha truk yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta menganggap, rencara pemerintah membatasi operasional truk 3 sumbu ke atas, terlalu mengada-ada dan tidak ada urgensinya.

"Sejak Maret 2020 saja, utilisasi (kemanfaatan) truk masih belum stabil dan sering dibawah 50 persen dari keseluruhan unit yang ada imbas dari masih lesunya dunia usaha. Lha kok sekarang malah mau dibatasi lagi jumlahnya yang boleh beroperasi. Pemerintah ini maunya bagaimana? Kok seolah-olah tidak punya sense of crisis," kata Wakil Ketua Aptrindo Jateng dan DIY, Bambang Widjanarko, Minggu (22/11/2020).

Pembatasan operasional angkutan barang diterapkan pada hampir seluruh hari libur nasional. Terakhir, pembatasan juga dilakukan ketika libur panjang peringatan Maulid Nabi Oktober 2020 kemarin.

Bambang menuturkan, pembatasan truk seolah-olah menjadi pilihan yang semakin kerap dilakukan Kemenhub dalam beberapa tahun terakhir.

Seharusnya, kata dia, pemerintah mengimbau agar dalam masa pandemi ini, masyarakat menunda bepergian atau berlibur.

Kemudian, mendahulukan kinerja sektor logistik agar bisa menyelamatkan banyak pengusaha angkutan barang dari kebangkrutan massal.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved