Breaking News:

Berita Jateng

Asal Usul Kanjeng Kiai Pamor, Pusaka Keraton Solo untuk Bahan Keris yang Berasal dari Iron Meteorit

Benda langit berupa meteor pernah jatuh di kawasan Prambanan, sekitar tahun 1700. Benda langit tersebut jenis iron meteorit.

Editor: rika irawati
KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA
Keraton Surakarta Hadiningrat yang ada di Kota Surakarta, Jawa Tengah. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SOLO - Benda langit berupa meteor pernah jatuh di kawasan Prambanan, sekitar tahun 1700. Benda langit tersebut jenis iron meteorit.

Iron meteorit yang jatuh di kawasan Prambanan tersebut pecah menjadi beberapa bagian.

Pecahan kecil ditemukan pada masa Pakubuwana (PB) III dan dibawa ke Keraton Solo. Lalu, pecahan yang lebih besar, menyusul pada Pakubuwana (PB) IV.

Wakil Pengageng Sasana Wilapa Keraton Solo, KRA Dany Narsugama mengatakan, iron meteorit berukuran besar itu disimpan di Keraton Solo dan diberi nama Kanjeng Kiai Pamor.

"Di situ kan banyak pecahan kecil-kecil, serpihan yang di Prambanan tempat jatuhnya. Itu dicari masyarakat terus dipakai buat bahan baku keris. Sedangkan yang besar, namanya Kiai Pamor dipakai buat persediaan bahan pamor keris untuk Keraton Solo," kata Dany saat dikonfirmasi Kompas.com, Jumat (20/11/2020).

Baca juga: Begini Suasana Perayaan Iduladha Para Abdi Dalem Keraton Solo, Dapat Gaji dan Daging Kurban

Baca juga: Nyai Manis Sepuh Mati, Kerbau Bule Keturunan Kiai Slamet Milik Keraton Solo Kini Tinggal 21 Ekor

Baca juga: Terdampak Proyek Tol Solo-Yogyakarta di Karanganyar, Ganti Untung 15 Bidang Tanah Sudah Dibayarkan

Baca juga: Bermula dari Sinyal Ponsel Hilang, Nasabah Maybank Solo Ini Kaget Uang Tabungannya Rp 72 Juta Raib

Di samping digunakan sebagai bahan baku pembuatan keris, masyarakat mencari serpihan batu iron meteorit itu untuk diperdagangkan.

"Dahulu, tahun 1935, harga di pasaran masyarakat itu adalah satu gram iron meteroit sama dengan harga dua gram emas," terang dia.

Dany mengungkapkan, batu iron meteorit yang jatuh di kawasan Prambanan tersebut pernah diteliti Badan Tenaga Nuklir (Batan) Yogyakarta.

Oleh Keraton Solo, terang Dany, iron meteorit Kiai Pamor itu disakralkan karena sebagai komoditas bahan baku pembuatan pusaka keraton.

Sehingga, dibangunkan cungkup pada masa pemerintahan Raja Keraton Solo Pakubuawana (PB) IX.

"Iron meteorit ini ada kandungan kapur, besi, titanium, dan niobium. Jadi warna pamor keris lebih cemerlang," ungkap dia.

Lantaran kandungan logam ini pula yang membuat iron meteorit tersebut menjadi bahan membuat keris.

"Jadi, yang bisa untuk bahan baku pamor keris meteorit yang logam (iron meteorit)," kata Dany. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Meteorit Pernah Jatuh di Prambanan, Diberi Nama Kanjeng Kiai Pamor dan Disimpan di Keraton Solo".

Baca juga: Dikabarkan Terpapar Covid-19, Rizieq Shihab Diminta Tes Swab

Baca juga: Jadi Ajang Perebutan Tiga Gelar Bergengsi MotoGP 2020, Berikut Link Live Streaming MotoGP Portugal

Baca juga: Kemenhub Berencana Batasi Angkutan Truk saat Libur Akhir Tahun, Ini Kata Aptrindo Jateng dan DIY

Baca juga: Di Tengah Ancaman Erupsi, Musimin Tetap Setia Menyelamatkan Anggrek Khas Gunung Merapi

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved