Breaking News:

Berita Solo

Nyai Manis Sepuh Mati, Kerbau Bule Keturunan Kiai Slamet Milik Keraton Solo Kini Tinggal 21 Ekor

Kerbau bule keturunan kerbau Kiai Slamet milik Keraton Solo mati. Hewan yang dikeramatkan itu mati karena sakit dan faktor usia.

Editor: rika irawati

TRIBUNBANYUMAS.COM, SOLO - Kerbau bule keturunan kerbau Kiai Slamet milik Keraton Solo mati. Hewan yang dikeramatkan itu mati karena sakit dan faktor usia.

Tim Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Solo KRT Sulistyo Wartonagoro mengatakan, kerbau yang mati bernama Nyai Manis Sepuh.

Kerbau tersebut mati dalam usia 35 tahun pada Rabu (11/11/2020) pukul 07.00 WIB. Nyai Manis Sepuh dikuburkan di Sitihinggil Kidul Keraton Solo, yang merupakan kandang kerbau Kiai Slamet.

Baca juga: Diajari Bertani, Mantan Napi Binaan Bapas Purwokerto Kelola Rumah Penyulingan Minyak Sereh

Baca juga: Dapat Bantuan Beras 5 Kg, Petani di Kabupaten Semarang Justru Masuk Kategori Warga Rawan Pangan

Baca juga: Warga Klakah Boyolali Mulai Mengungsi setelah Terdengar Gemuruh dari Gunung Merapi

Baca juga: Bupati Temanggung Usulkan ke Gubernur UMK 2021 Rp 1.885.000

Prosesi pemakaman kerbau ini mengikuti adat Keraton Solo. Kerbau itu dikafani dan dikubur dengan menghadap arah kiblat.

"Jadi, sebelum mati kemarin, ada masalah lambung dan faktor usia. Usianya itu sekitar 35 tahun," kata dia saat dikonfirmasi, Kamis (12/11/2020).

Dia mengatakan, kerbau Nyai Manis Sepuh ini sudah lama tidak dikeluarkan Keraton Solo dalam tradisi kirab pusaka di malam 1 Suro.

Menurut dia, faktor usia yang menjadi alasan Keraton Solo tidak mengeluarkan kerbau tersebut dalam tradisi kirab pusaka.

"Fisiknya sudah tidak kuat, tidak seperti yang kerbau muda," kata dia.

Kerbau Kiai Slamet merupakan klangenan atau kesayangan Raja Keraton Solo Susuhunan Pakubuwana II. Kerbau itu merupakan pemberian Bupati Ponorogo.

Baca juga: 15 Puskesmas di Karanganyar Layani Tes Swab Mandiri, Berikut Daftarnya

Baca juga: Gelombang Tinggi Mulai Mengancam: 5 Kapal Nelayan di Pati Tenggelam, Ditambat di Dermaga Banyutowo

Baca juga: Berpura-pura Jadi Petugas Telkom, Komplotan Pencuri Gasak Kabel Tembaga di Jalan Supriyadi Semarang

Baca juga: 2 Hari, Tim SAR Gabungan Banjarnegara Cari Korban Hanyut di Sungai Serayu Diduga Warga Mandiraja

Binatang ini selalu dikeluarkan Keraton Solo dalam tradisi kirab pusaka di malam 1 Suro.

Dengan matinya kerbau Nyai Manis Sepuh, kata Sulistyo, jumlah keturunan kerbau Kiai Slamet Keraton Solo tinggal 21 ekor. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Seekor Kerbau Keturunan Kiai Slamet Milik Keraton Solo Mati".

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved