Berita Banyumas
Diajari Bertani, Mantan Napi Binaan Bapas Purwokerto Kelola Rumah Penyulingan Minyak Sereh
Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM, Reynhard Saut Poltak Silitonga, mengapresiasi program pembinaan di Bapas Purwokerto.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM, Reynhard Saut Poltak Silitonga, mengapresiasi program pembinaan terhadap mantan narapidana yang diselenggarakan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Purwokerto.
Hal itu disampaikan Reynhard saat mengunjungi Rumah Penyulingan Minyak Sereh yang dikelola Kelompok Masyarakat (Pokmas) Lapas binaan Bapas Purwokerto di Desa Kedungrandu, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, pada Kamis (12/11/2020).
"Kegiatan di sini sangat bermanfaat, apa yang dilakukan oleh Bapas Purwokerto dan tentunya oleh Bapas-Bapas lain di seluruh Indonesia juga sama," ujarnya, Kamis (12/11/2020).
Baca juga: Jam Malam Kabupaten Banyumas Diberlakukan Lagi, Kapolresta: Mulai Pukul 20.00
Baca juga: 6 Anggota Komplotan Pencuri Motor Ditangkap Polresta Banyumas, Spesialis Curi Honda Beat dan Vario
Baca juga: Hari Pahlawan Diperingati Sederhana, Bupati Banyumas: Yang Penting Rohnya, Semangat Berani Mati
Baca juga: Ajudan dan Sopir Bupati Banyumas Positif Covid-19, Achmad Husein: Alhamdulillah Saya Negatif
Rumah Penyulingan Minyak Sereh yang dikelola Kelompok Masyarakat (Pokmas) Lipas binaan Bapas Purwokerto atau mantan narapidana.
Mereka dididik dan dibina agar siap bekerja sehingga bisa kembali dan diterima di masyarakat, serta tidak akan mengulangi lagi perbuatan yang membuat mereka menghuni bapas.
Menurut Reynhard, kegiatan seperti ini membuat mantan narapidana ini memiliki ketrampilan sekaligus melupakan kejahatan-kejahatannya yang pernah dilakukan di masa lalu.
Mereka mempunyai kehidupan yang baru dan sangat bermanfaat bagi masyarakat sekitar.
Dirjen menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Banyumas karena telah membantu menyediakan lahan seluas 1,5 hektare di Gunung Tugel.
Lahan tersebut nantinya juga akan digunakan untuk pembinaan sehingga diharapkan makin banyak warga binaan yang menjadi baik.
"Ini adalah percontohan di Indonesia," jelasnya.
Baca juga: Dapat Bantuan Beras 5 Kg, Petani di Kabupaten Semarang Justru Masuk Kategori Warga Rawan Pangan
Baca juga: Warga Klakah Boyolali Mulai Mengungsi setelah Terdengar Gemuruh dari Gunung Merapi
Baca juga: Bupati Temanggung Usulkan ke Gubernur UMK 2021 Rp 1.885.000
Baca juga: Pastikan Siap Bertugas, Ribuan Petugas KPPS dan Linmas di Purbalingga Jalani Tes Rapid
Sementara itu, Wakil Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menambahkan, jika Pemkab Banyumas mendukung program pembinaan yang diselenggarakan Bapas Purwokerto.
"Pak Bupati sudah menyetujui, nanti ada tanah 1,5 hektare sudah disiapkan di satu kawasan Gunung Tugel. Nanti, kalau berkembang baik bisa ditambah," katanya.
Sadewo sangat berharap, mantan narapidana di Bapas Purwokerto tidak lagi mengulangi perbuatannya dan bisa hidup lebih baik.
Kegiatan tersebut merupakan wujud sinergi Pemkab Banyumas bukan hanya dengan Kemenkumham tapi dengan semua Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda).
Dirjen Pemasyarakatan dan Wabup Banyumas juga berkesempatan memanen tanaman sereh serta meninjau proses penyulingan minyak sereh yang akan dibuat menjadi berbagai produk seperti hand sanitizer. (Tribunbanyumas/jti)