Breaking News:

Berita Semarang

Dapat Bantuan Beras 5 Kg, Petani di Kabupaten Semarang Justru Masuk Kategori Warga Rawan Pangan

Sebagian besar penerima bantuan adalah petani yang gagal panen, korban bencana alam, dan warga terdampak pandemi Covid-19.

Editor: rika irawati
TRIBUN BANYUMAS/SAIFUL MA'SUM
SEMPROT TANAMAN: Seorang petani di Kabupaten Kendal menyemprotkan obat pengusir hama yang menyerang tanaman padinya, Minggu (12/7/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, UNGARAN - Warga rawan pangan menerima bantuan beras dari Pemerintah Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Sebagian besar penerima bantuan adalah petani yang gagal panen, korban bencana alam, dan warga terdampak pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Ketahanan Pangan (Dispertanikap) Kabupaten Semarang Wigati Sunu mengatakan, penerima bantuan sebagian besar berasal dari Kecamatan Bringin, Pringapus, Pabelan, dan Bancak.

"Total ada 3.474 warga kategori rawan pangan di 34 desa yang tersebar di sembilan kecamatan," jelasnya di Balai Desa Bringin, Kamis (12/11/2020) dalam keterangan tertulis.

Baca juga: Genjot Wisatawan 2021, Dispar Kabupaten Semarang Tambah Anggaran Pendukung Hingga Rp 10 Miliar

Baca juga: Kabupaten Semarang Kini Miliki Si Cantik dan SPIDOL, Kaitannya Perizinan Investasi

Baca juga: Klaster Baru di Kabupaten Semarang, 13 Warga Getasan Positif Covid-19, Tertular Saat Rias Pengantin

Baca juga: Awas Musim Hujan Rawan Pohon Tumbang di Kabupaten Semarang

Sunu mengatakan, masing-masing warga menerima lima kilogram beras.

"Pendataan warga penerima dilakukan bersama kepala desa setempat. Kami pastikan, mereka benar-benar membutuhkan dan belum menerima bantuan sosial lain," terangnya.

Dikatakan, Dispertanikap setiap tahun menganggarkan dana cadangan beras di APBD Kabupaten Semarang.

Tujuannya untuk menyediakan bantuan darurat mengatasi kerawanan pangan yang terjadi hampir setiap tahun.

Bupati Semarang Mundjirin mengatakan, cadangan beras daerah memang disiapkan untuk mengatasi kondisi darurat akibat bencana alam ataupun lainnya.

"Bantuan ini diharapkan dapat membantu bapak ibu sekalian agar tidak kekurangan pangan," tegasnya.

Diakui, pandemi Covid-19 yang merupakan bencana non-alam juga berdampak pada kondisi sosial ekonomi warga. Satu di antaranya, menurunkan kemampuan untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

Baca juga: Warga Klakah Boyolali Mulai Mengungsi setelah Terdengar Gemuruh dari Gunung Merapi

Baca juga: Bupati Temanggung Usulkan ke Gubernur UMK 2021 Rp 1.885.000

Baca juga: Pastikan Siap Bertugas, Ribuan Petugas KPPS dan Linmas di Purbalingga Jalani Tes Rapid

Baca juga: Berpura-pura Jadi Petugas Telkom, Komplotan Pencuri Gasak Kabel Tembaga di Jalan Supriyadi Semarang

Karenanya, bantuan beras ini diharapkan dapat meringankan beban kehidupan warga.

Salah seorang penerima beras, Mustain (50), mengaku senang mendapat bantuan. Petani warga Krajan Bringin RT 9 RW 1 ini mengaku kesulitan bercocok tanam karena tak mampu membeli bibit.

"Bantuan ini sangat bermanfaat bagi keluarga saya," kata ayah dua anak ini. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Terdampak Bencana dan Covid-19, Ribuan Warga Kabupaten Semarang Rawan Pangan".

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved