Breaking News:

Berita Pati

Gelombang Tinggi Mulai Mengancam: 5 Kapal Nelayan di Pati Tenggelam, Ditambat di Dermaga Banyutowo

Lima perahu nelayan yang ditambat di Dermaga Banyutowo, Kecamatan Dukuhseti, tenggelam diterjang ombak besar, Kamis (12/11/2020).

Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Istimewa
Nelayan dan relawan mengevakuasi dan menyelamatkan peralatan melaut dari kapal yang tenggela akibat gelombang tinggi di Dermaga Banyutowo, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, Kamis (12/11/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PATI - Gelombang tinggi mulai melanda di perairan Pati. Akibatnya, lima perahu nelayan yang ditambat di Dermaga Banyutowo, Kecamatan Dukuhseti, tenggelam diterjang ombak besar, Kamis (12/11/2020).

Kelima perahu tersebut belum lama ditinggal pemiliknya mencari ikan di laut.

Kelima perahu tersebut di antaranya milik Ahmad Zuhri dan Naryo, warga Desa Banyutowo; serta Tolok dan Abdul Wachid, warga Desa Dukuhseti.

Sejumlah relawan, nelayan, anggota TNI-Polri, dan petugas Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), bergotong-rotong menyelamatkan perahu yang tenggelam.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Hari Ini: Hujan Diperkirakan Guyur Purwokerto, Cilacap, dan Purbalingga Malam Ini

Baca juga: Peringatan Dini BMKG: Nelayan Jangan Melaut Dahulu, Ada Gelombang Tinggi di Perairan Laut Jawa

Baca juga: BMKG Peringatkan Adanya Hujan Ekstrem Hingga Desember 2020

Baca juga: Siklon Tropis Goni Bergerak Menjauhi Indonesia, BMKG Tetap Minta Warga Waspada Hujan Lebat

Koordinator SAR Tunggulwulung Dukuhseti Ali Anggur mengatakan, ombak tinggi disertai angin diketahui menenggelamkan lima perahu nelayan tersebut sekira pukul 05.30 WIB.

"Kronologinya, perahu merapat di Dermaga Banyutowo. Setelah ditinggal pemiliknya, terjadi angin kencang dan ombak besar yang mengakibatkan perahu-perahu itu tenggelam," jelas dia.

Ali Anggur mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Meski begitu, para nelayan mengalami kerugian yang diperkirakan mencapai Rp 25 juta.

"Peralatan melaut dan mencari ikan yang ditinggal di kapal, banyak yang hilang. Di antaranya, mesin tempel dan jaring. Mesin perahu juga ikut tenggelam dan rusak," ungkapnya. (*)

Baca juga: 15 Puskesmas di Karanganyar Layani Tes Swab Mandiri, Berikut Daftarnya

Baca juga: Tiga Pemuda Berulah di Tambaklorok Semarang, Begal Ibu Hamil Hingga Terjatuh dari Motor

Baca juga: Kapolda Jateng Ancam Tindak Penambang Pasir yang Masih Menambang di Kawasan Rawan Gunung Merapi

Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Pagi Ini, Kamis 12 November 2020 Rp 1.972.000 Per 2 Gram

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved