Berita Banyumas
Hubungan Industrial di Banyumas Harmonis, Sayang Serikat Pekerja yang Terbentuk Baru 15 Persen
Hubungan Industrial tripartit antara pengusaha, buruh, dan pemkab di Banyumas dinilali harmonis. Hanya, pembentukan serikat pekerja masih rendah.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
Ringkasan Berita:
- Hubungan industrial tripartit antara pengusaha, buruh, dan pemerintah daerah di Banyumas dinilai harmonis.
- Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menyebut, hal ini menjadi fondasi penting untuk menjaga stabilitas sosial dan mengundang investasi.
- Meski begitu, tingkat pembentukan serikat pekerja perusahaan di Banyumas masih rendah, di angka 15 persen.
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Tingkat pembentukan serikat pekerja perusahaan di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, dinilai masih rendah.
Catatan Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Dinnakerin) Kabupaten Banyumas, serikat pekerja yang terbentuk baru sekitar 15 persen.
Fakta tersebut mengemuka dalam kegiatan Penguatan Kapasitas Kelembagaan Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit Kabupaten Banyumas
Acara tersebut dibuka langsung Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono, di Aula Dinnakerin Banyumas, Rabu (10/6/2026).
Kepala Dinnakerin Banyumas Wahyu Dewanto mengatakan, LKS Tripartit merupakan forum yang mempertemukan unsur pekerja, pengusaha, dan pemerintah daerah guna membangun sinergi dalam menciptakan hubungan industrial yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan.
Baca juga: Kenaikan Harga Pertamax Terlalu Besar, Warga Banyumas Beralih ke Pertalite
Menurutnya, selama ini, hubungan industrial di Kabupaten Banyumas telah terjalin baik.
"Alhamdulillah, hubungan industrial yang terjalin antara Pemda Banyumas dengan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) dan pengusaha cukup harmonis."
"Agenda tahunan seperti peringatan May Day atau Hari Buruh dapat terselenggara baik, diikuti para pekerja, serta berjalan lancar dan aman," ujar Wahyu dikutip dari keterangan tertulis yang diterima.
Meski demikian, ia mengakui, masih terdapat sejumlah aspek yang perlu mendapat perhatian bersama.
Satu di antaranya, terkait kepatuhan perusahaan terhadap syarat-syarat hubungan industrial formal, termasuk pembentukan serikat pekerja.
"Diharapkan, pembentukan serikat pekerja meningkat karena saat ini baru sekitar 15 persen yang sudah terbentuk," katanya.
Wahyu berharap, forum tripartit dapat menjadi ruang dialog yang produktif menghasilkan masukan konkret bagi pemerintah maupun dunia usaha agar berbagai ketentuan hubungan industrial dapat dipenuhi secara optimal.
Dengan demikian, hubungan industrial di Banyumas dapat semakin solid, dinamis, dan kondusif.
"Sehingga, nanti, investasi bisa masuk, kemudian kegiatan perekonomian bisa berkembang, para pekerja juga lebih nyaman bekerja, para pengusaha juga bisa berusaha baik, dan pemerintah daerah dapat memberikan pendampingan dan fasilitasi secara baik," katanya.
Fondasi Tingkatkan Investasi
Sementara itu, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono yang juga menjabat sebagai Ketua LKS Tripartit Kabupaten Banyumas menegaskan, lembaga tersebut memiliki peran strategis dalam pembangunan ketenagakerjaan di daerah.
| Kenaikan Harga Pertamax Terlalu Besar, Warga Banyumas Beralih ke Pertalite |
|
|---|
| Muncul 2 Nama Baru Diduga Terlibat Kasus Penipuan Ratusan Nasabah Bank Mandiri Taspen Purwokerto |
|
|---|
| Nasib Mahasiswa Purwokerto Biaya Hidup Tinggi di Tengah Kenaikan Harga BBM |
|
|---|
| BNN Banyumas Gandeng Kwarcab Cegah Peredaran Narkoba pada Anak Muda |
|
|---|
| Todongkan Benda Mirip Pistol, Dua Pria Rampas 8 HP Gerombolan Remaja Banyumas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260610-bupati-banyumas-sadewo-tri-lastiono.jpg)