Breaking News:

Berita Banyumas

Hati-hati Lintasi Jalan Penghubung Sokaraja Banyumas dengan Purbalingga, Tebing Sungai Pelus Ambrol

BPBD mengklaim sudah melakukan penanganan tebing di bagian pinggiran jalan sudah diberi barikade untuk batas kendaraan di Sokaraja Banyumas.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: deni setiawan
ISTIMEWA/FACEBOOK
Screenshoot longsoran tebing yang terjadi di aliran Sungai Pelus, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Kamis (19/11/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Media sosial (medsos) sempat dihebohkan dengan video longsoran tebing yang terjadi di aliran Sungai Pelus, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Kamis (19/11/2020).

Tepat di atasnya merupakan jalan nasional yang menghubungkan Kecamatan Sokaraja dengan Kabupaten Purbalingga.

Baca juga: Lima Hari Tidak Pulang, Bocah Bawah Umur Ini Ngaku Disetubuhi Pacarnya di Baturraden Banyumas

Baca juga: Bakal Berlaku di Banyumas, Calon Pengantin Wajib Miliki Sertifikat Bebas Thalasemia Mayor

Baca juga: Ini Kata Pengamat Lingkungan Unsoed Soal Sumpiuh dan Kemranjen Banyumas Langganan Banjir

Baca juga: Semut Peneror Warga di Pageraji Banyumas Diduga Jenis Bau, Begini Saran Memberantas dari Ahli Unsoed

"Peristiwa longsornya tepian sungai tersebut terjadi sekira pukul 14.00," ujar Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Banyumas, Eri Cahyono kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (19/11/2020).

Diperkirakan ketinggian tebing sekira 10 meter, dimana seluruh material masuk ke sungai termasuk pohon palm.

Akibat peristiwa longsor tersebut, kini hanya menyisakan jarak sekira 1 meter dengan jalan raya.

Penyebab longsornya tebing pinggiran sungai pelus ini lantaran akumulasi hujan sejak Rabu (18/11/2020).

Sehingga mengakibatkan tanah sudah menyimpan air sangat banyak kemudian ditambah tergerus aliran sungai yang deras karena hujan lebat.

BPBD mengklaim sudah melakukan penanganan dimana di bagian pinggiran jalan sudah diberi barikade sehingga kendaraan tidak terlalu ke pinggir.

Menurutnya, kecil kemungkinan akan terjadi longsor susulan.

Karena saat ini yang tersisa tanah bagian kerasnya saja.

"Tinggal lapisan yang keras, yang longsor itu bagian tanah yang rapuh," pungkasnya. (Permata Putra Sejati)

Baca juga: Animo Warga Jadi Pelipat Surat Suara Masih Tinggi di Purbalingga, KPU Sampai Tolak Pendaftar

Baca juga: Polisi Kejar Pengedar Narkoba di Purbalingga, Motor Tersangka Hingga Tabrak Pagar Rumah Warga

Baca juga: Mereka Dilibatkan Tiap Proyek di Desa, Siasat Pemkab Purbalingga Sejahterakan Ketua RT

Baca juga: Sudah Disiapkan Gedung Korpri Purbalingga, Bila Ruang Isolasi Rumah Sakit Penuh

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved