Breaking News:

Berita Banyumas

Larang Kerumunan Cegah Covid-19, Bupati Banyumas: Kalau Perlu, Bubarkan Pakai Truk Penyemprot Air

Selain memberlakukan jam malam hingga pukul 20.00 WIB, kerumunan tak berizin pun akan dibubarkan.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUN BANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI
Bupati Banyumas Achmad Husein dan Kapolresta Banyumas Kombes Pol Whisnu Caraka saat ditemui Tribunbanyumas.com di Pendopo Si Panji, Purwokerto, Jumat (23/10/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan Polres Banyumas bakal meningkatkan razia protokol kesehatan guna menekan laju kasus Covid-19 yang melonjak, November ini.

Selain memberlakukan jam malam hingga pukul 20.00 WIB, kerumunan tak berizin pun akan dibubarkan.

"Saya minta, pihak kepolisian membubarkan kerumunan. Kalau perlu, pakai saja itu truk penyemprot air (water cannon)," pinta Bupati Banyumas Achmad Husein dalam rapat koordinasi penanganan Covid-19 bersama Forkompinda di Pendopo Si Panji, Purwokerto, Senin (23/11/2020).

Baca juga: Kasus Covid-19 Capai 25 Per Hari, Pemkab Banyumas Larang Hajatan dan Tutup Tempat Wisata

Baca juga: Kasus Covid-19 Melonjak, 2 Hotel di Baturraden Banyumas Disiapkan Lagi sebagai Tempat Karantina

Baca juga: Banyumas Kembali Masuk Zona Oranye, Ini Saran Tim Ahli Satgas Covid-19

Baca juga: Ketersediaan Ruang Isolasi Makin Terbatas, Kebijakan Ini Terpaksa Dipilih Pemkab Banyumas

Bukan hanya mengintensifkan razia keramaian, bupati juga telah melarang penyelenggaraan hajatan dan hanya membolehkan prosesi akad nikah yang hanya boleh dihadiri maksimal 20 orang.

Kasus Covid-19 di Banyumas meningkat selama November ini. Rata-rata, terjadi penambahan 25 kasus per hari.

Kondisi ini membuat Banyumas kembali berlabel zona oranye penyebaran Covid-19.

"Dalam bulan November saja, ada 21 orang meninggal. Rata-rata, sehari meninggal tiga orang," imbuhnya.

Pemkab Banyumas juga memutuskan menutup lagi tempat wisata serta menghentikan uji coba sekolah untuk pembelajaran tatap muka (PTM) yang dimulai beberapa waktu lalu.

Menurut bupati, kondisi kasus Covid-19 sudah tak terkendali lagi.

"Untuk penindakan, nanti saya buatkan SK Bupati. Kondisinya sudah seperti ini, saya sudah tidak bisa toleransi," ungkap bupati. (Tribunbanyumas/jti)

Baca juga: Millendaru Cyrus Ditangkap Polisi Terkait Sabu di Sebuah Hotel, Hasil Tes Urin Positif

Baca juga: Balas Serangan Roket, Jet Tempur Israel Serang Hamas di Gaza

Baca juga: Terobang-ambing di Laut, 5 Pemancing Ditemukan Tim SAR Berkat Bakar Baju

Baca juga: Honda City Tergelincir di Tol Pejagan-Pemalang Diduga Akibat Genangan Air, Ini Kata Pengelola Tol

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved