Breaking News:

Berita Tegal

Diperiksa 5 Jam, Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Akui Abaikan Perintah Batalkan Konser Dangdut

Pemeriksaan yang dilakukan penyidik Ditreskrimum Polda Jateng tersebut berlangsung Rabu (30/9/2020) dari pukul 10.00-15.00 WIB.

Editor: rika irawati
KOMPAS.com/RISKA FARASONALIA
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jateng, Kombes Pol Wihastono Yoga Pranoto di Mapolda Jateng, Rabu (30/9/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Wasmad Edi Susilo (WES) menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus konser dangdut yang digelar Rabu (23/9/2020) malam.

Pemeriksaan yang dilakukan penyidik Ditreskrimum Polda Jateng tersebut berlangsung Rabu (30/9/2020) dari pukul 10.00-15.00 WIB.

"Hari ini, kami memeriksa tersangka atas nama WES. Yang bersangkutan mengakui telah melakukan pelanggaran dan mengabaikan perintah dari petugas untuk tidak menggelar konser tersebut," jelas Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jateng, Kombes Pol Wihastono Yoga Pranoto di Mapolda Jateng, Rabu.

Polda Jateng Ambil Alih Penyidikan Kasus Konser Dangdut Wakil Ketua DPRD Kota Tegal

Kadernya Jadi Tersangka, DPD Golkar Jateng Siap Beri Bantuan Hukum ke Wakil Ketua DPRD Kota Tegal

Jadi Tersangka, Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Wasmad Hanya Dikenai Wajib Lapor

8 Barang Bukti Kasus Konser Dangdung Wakil Ketua DPRD Kota Tegal, Dari Surat Izin Hingga Buku Tamu

Dalam pemeriksaan yang dilakukan selama lima jam tersebut, terdapat 56 pertanyaan yang diajukan kepada tersangka.

"Hari ini, kami tuntaskan pertanyaan terkait pasal-pasal yang disangkakan dan keterangan dari saksi-saksi yang sudah kami periksa. Kemudian, segera kami berkas. Besok, kami kirimkan kepada jaksa penuntut umum (JPU)," ujarnya.

Dia menambahkan, pihaknya sudah memeriksa para saksi mulai dari penyelenggara acara hingga polisi.

"Saksinya ada dari penyelenggara, petugas kepolisian, masyarakat sekitar, dan kepala desa yang memberikan izin surat pengantar," ungkapnya.

Selain itu, ada juga saksi ahli kesehatan, hukum, dan juga ahli bahasa. "Perlu pihak objektif, dalam hal ini saksi ahli bahasa, untuk mencari makna apakah yang bersangkutan melakukan perlawanan secara verbal atau yang lain," tuturnya.

Mulai Hari Ini, Bank Umum Layani Penukaran Uang Pecahan Rp 75 Ribu. Begini Mekanismenya

Pondok Pesantren di Bogor Dilockdown setelah 21 Santrinya Positif Covid-19

Nelayan WNI Tewas dalam Baku Tembak Tentara Filipina dan Kelompok Abu Sayyaf

Uji Klinis Vaksin Covid-19: 1.089 Sukarelawan Telah Disuntik Calon Vaksin

Selanjutnya, pihaknya akan melakukan rapat internal terkait hasil pemeriksaan hari ini. Kemudian, berkoordinasi dengan jaksa terkait kemungkinan adanya tersangka baru.

"Hasil pemeriksaan kami rapatkan internal, siapa saja yang masih bisa atau mungkin ditetapkan tersangka. Kami akan koordinasi dengan JPU apabila ada petunjuk dari mereka nanti akan kita jadwalkan pemeriksaan tambahan," ucapnya.

Penetapan pasal yang disangkakan yakni Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan juncto Pasal 216 ayat (1) KUHP juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman satu tahun penjara.

Meski telah ditetapkan tersangka namun Wasmad tidak ditahan. Wasmad hanya dikenakan wajib lapor karena ancaman hukumannya di bawah 5 tahun. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Diperiksa 5 Jam, Wasmad Edi Susilo Dicecar 56 Pertanyaan". 

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved