Berita Tegal
Tekan Anak Putus Sekolah, Pemkot Tegal Luncurkan Gerakan Asela
Kepala Disdikbud Kota Tegal, Ismail Fahmi mengatakan, Gerakan Asela menjadi upaya dari Pemkot Tegal agar tidak ada masyarakat yang putus sekolah.
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, TEGAL - Disdikbud Kota Tegal meluncurkan program Gerakan Ayo Sekolah Lagi (Asela) di Pendopo Ki Gede Sebayu Balai Kota Tegal, Rabu (25/11/2020).
Melalui gerakan tersebut, masyarakat yang putus sekolah dapat kembali mengenyam pendidikan.
Kepala Disdikbud Kota Tegal, Ismail Fahmi mengatakan, Gerakan Asela menjadi upaya dari Pemkot Tegal agar tidak ada masyarakat yang putus sekolah.
Semua harus mengenyam pendidikan.
Baca juga: Kota Tegal Punya 10 Trotoar Baru Akhir Tahun Ini, Anggaran Capai Rp 1,95 Miliar
Baca juga: Mendikbud Buka Kesempatan Guru Honorer Jadi PPPK, Bupati Tegal: Semoga Semua Bisa Diangkat
Baca juga: Sidang Kasus Konser Dangdut Berlanjut, Ini Tanggapan Jaksa Atas Eksepsi Wakil Ketua DPRD Kota Tegal
Baca juga: Hadapi Lonjakan Kasus Covid-19, Rusunawa dan GOR Difungsikan Tempat Isolasi Pasien di Kota Tegal
Berdasarkan data pada 2018, menurut Fahmi, terdapat 573 anak putus sekolah di Kota Tegal.
Kemudian pada 2020 setelah dilakukan verifikasi, terdapat 78 anak-anak putus sekolah.
"Ini yang akan kami optimalkan agar mereka ke sekolah."
"Nantinya mereka menuntut ilmu melalui pendidikan non formal atau kejar paket A, B, dan C," kata Fahmi kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (25/11/2020).
Fahmi mengatakan, pendidikan harus didorong agar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Karena pendidikan menjadi hak setiap warga negara.
"Baik sekolah formal maupun non formal tidak ada perbedaan."
"Ijazah dan sertifikatnya dapat digunakan untuk mendaftar di sekolah manapun."
"Bisa melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi atau untuk daftar kerja," ungkapnya. (Fajar Bahruddin Achmad)
Baca juga: Dinkes Jateng: Lonjakan Kasus Aktif Covid-19 Mayoritas OTG
Baca juga: Dinkes Jateng Klaim Tes Covid-19 di Wilayahnya Tinggi, Capai 67.000 Tes dalam Sepekan
Baca juga: Tak Mau Kasus Covid-19 di Jateng Melonjak, Gubernur Ganjar Usul Libur Bersama Akhir Desember Dihapus
Baca juga: Cara Unik Kades Karangbawang, Datang ke Bank Jateng Purbalingga, Bayar PBB-P2 Pakai Uang Koin