Penanganan Corona
Hadapi Lonjakan Kasus Covid-19, Rusunawa dan GOR Difungsikan Tempat Isolasi Pasien di Kota Tegal
Dua tempat isolasi disiapkan Pemkot Tegal untuk merespon adanya lonjakan kasus dalam beberapa hari terakhir.
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, TEGAL - Pemkot Tegal menjadikan gedung baru Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) di Kelurahan Tegalsari, Kota Tegal, sebagai tempat isolasi pasien terkonfirmasi Covid-19.
Rusunawa Tegalsari tersebut, dapat menampung 64 pasien Covid-19.
Selain itu disiapkan juga tempat isolasi di GOR Tegal Selatan, dengan kapasitas 60 pasien Covid-19.
Baca juga: Eko Yakini Revitalisasi Alun-alun Kota Tegal Selesai Tepat Waktu, Secara Struktural Sudah Selesai
Baca juga: Miris, Pelanggar Protokol yang Terjaring Operasi Yustisi di Kabupaten Tegal Selalu Meningkat
Baca juga: Petugas Pemakaman Tak Kunjung Datang, 3 Polisi Polres Tegal Kota Akhirnya Makamkan Pasien Covid-19
Baca juga: Secepatnya Lakukan Karantina Tingkat RTRW, Minimalisir Lonjakan Kasus Covid-19 di Kota Tegal
Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono mengatakan, dua tempat isolasi tersebut disiapkan merespon adanya lonjakan kasus dalam beberapa hari terakhir.
Total keseluruhan dapat menampung sebanyak 124 pasien Covid-19.
64 tempat tidur di Rusunawa Tegalsari dan 60 tempat tidur di GOR Tegal Selatan.
Sementara dalam satu ruangan, disediakan dua tempat tidur.
Dedy Yon mengatakan, pasien isolasi di Rusunawa Tegalsari dan GOR Tegal Selatan, juga akan dipantau dari tim medis.
Pihaknya sudah menyiapkan baik dokter, perawat, dan petugas keamanan dari TNI dan Polri.
"Ini persiapan apabila rumah sakit tidak cukup untuk menangani pasien Covid-19."
"Pasien yang menempat di sini, mereka yang CT Value-nya rendah dan tidak ada penyakit penyertanya," kata Dedy Yon kepada Tribunbanyumas.com, Senin (23/11/2020).
Kepala Dinkes Kota Tegal, Sri Primawati Indraswari mengatakan, Rusunawa Tegalsari dan GOR Tegal Selatan, disiapkan untuk tempat isolasi mandiri bagi pasien terkonfirmasi Covid-19.
Namun diperuntukkan bagi pasien yang berstatus orang tanpa gejala (OTG) dan pasien dengan gejala ringan.
Ia mengatakan, tenaga medis akan melakukan assessment untuk mengecek status pasien Covid-19.
"Dia (red, pasien) OTG atau gejala ringan."