Breaking News:

Penanganan Corona

Secepatnya Lakukan Karantina Tingkat RTRW, Minimalisir Lonjakan Kasus Covid-19 di Kota Tegal

IDI Kota Tegal menyarankan agar Pemkot Tegal bisa mengkarantina wilayah tingkat RT/RW untuk melindungi warganya dari Covid-19.

TRIBUN BANYUMAS/FAJAR BAHRUDDIN ACHMAD
Ketua IDI Cabang Kota Tegal, dr Said Baraba. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, TEGAL - Dinkes Kota Tegal mencatat sudah ada 930 warganya yang terkonfirmasi positif Covid-19 hingga Jumat (20/11/2020) pukul 15.00.

Terus melonjaknya kasus, membuat IDI Kota Tegal menyarankan agar Pemkot Tegal bisa mengkarantina wilayah tingkat RT/RW untuk melindungi warganya dari Covid-19.

Ketua IDI Kota Tegal, dr Said Baraba mengatakan, karantina wilayah tingkat RT/RW akan lebih efektif.

Baca juga: KBM Tatap Muka Dihentikan Sementara, Lokasi Terlalu Dekat Pasar Kupu Kabupaten Tegal

Baca juga: Tambah 36 Ruang Isolasi, RSUD Kardinah Tegal Pindahkan Pasien Suspek Covid-19 dari Tenda Darurat

Baca juga: Korban PHK Rintis Usaha Potong Rambut di Kota Tegal, Sehari Bisa Dapat 10 Pelanggan

Baca juga: Kasus Covid-19 Masih Tinggi di Kota Tegal, Imunisasi Campak Tetap Digelar Rutin, Ini Alasannya

Itu jika dibandingkan dengan kembali melaksanakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) seperti awal-awal ada kasus Covid-19.

"Kota Tegal saat ini zona merah."

"Sekarang penyebaran Covid-19 sudah bukan antar kota, namun penyebarannya sudah lokal."

"Jika akan karantina lebih baik tingkat RT atau RW," kata Said seperti dilansir dari Kompas.com, Jumat (20/11/2020).

Menurut Said, Pemkot Tegal menerapkan PSBB di awal-awal merebaknya Covid-19 memang sudah tepat.

Diawali dengan lokal lockdown hingga PSBB dua kali membuat Kota Tegal zona hijau berhasil menekan penyebaran kasus.

"Namun kembali melonjaknya kasus karena masyarakat kita mungkin salah mengartikan new normal."

Halaman
123
Editor: deni setiawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved