Penanganan Corona
Percepat Diagnosis Pasien, RSUD Karanganyar Sudah Mulai Gunakan Rapid Swab Antigen
Selain digunakan terhadap pasien dengan gejala Covid-19, lanjutnya, rapid swab antigen juga terhadap pasien yang membutuhkan tindakan operasi.
Penulis: Agus Iswadi | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, KARANGANYAR - RSUD Karanganyar menggunakan rapid swab antigen untuk mempercepat diagnosis pasien suspect atau memiliki gejala Covid-19.
Kabid Penunjang Medis dan Non Medis RSUD Karanganyar, Katarina Iswati menyampaikan, rapid swab antigen mulai digunakan pada Selasa (24/11/2020).
Namun, sebelumnya penggunaan rapid swab antigen telah dilakukan sejak Kamis (19/11/2020).
Baca juga: Terdampak Proyek Tol Solo-Yogyakarta di Karanganyar, Ganti Untung 15 Bidang Tanah Sudah Dibayarkan
Baca juga: Pengusaha Mengeluh, Apindo Karanganyar Minta Bupati Revisi UMK 2021
Baca juga: 29 Benda Hasil Kajian Tim Ahli Diajukan Jadi Cagar Budaya Kabupaten Karanganyar
Baca juga: Sudah Diumumkan Gubernur Ganjar Pranowo, UMK Karanganyar 2021 Masih Tertinggi di Soloraya
Selain digunakan terhadap pasien dengan gejala Covid-19, lanjutnya, rapid swab antigen juga terhadap pasien yang membutuhkan tindakan operasi.
"Sudah sejak Kamis (19/11/2020), digunakan kepada sejumlah pasien suspect."
"Uji coba sambil diperbaiki SOP," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (24/11/2020).
Dia menjelaskan, penggunaan rapid swab antigen juga diterapkan terhadap pasien yang membutuhkan tindakan operasi.
Sehingga dapat mempercepat penanganan pasien.
Mengingat apabila menggunakan swab PCR, membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengetahui hasilnya.
"Biasanya harus menunggu kalau pakai swab PCR Covid-19."
"Dokter juga khawatir, maka ini (rapid test antigen) untuk berjaga-jaga sebelum operasi."
"Kami juga pakai APD level tiga komplit," ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, Direktur RSUD Karanganyar, Iwan Setiawan Adji mengungkapkan, hasil dari rapid swab antigen dapat diketahui sekira 2 jam.
Penggunaan rapid swab antigen difokuskan untuk menekan pasien suspect dan penanganan pasien yang membutuhkan tindakan operasi.
Secara teknis, pengambilan sampelnya sama dengan swab PCR, yakni lendir dari hidung.