Berita Jawa Tengah

Naik atau Justru Stagnan? Bupati Temanggung Belum Bisa Pastikan Usulan Besaran UMK 2021

Pemkab Temanggung akan segera membahas dasar besaran UMK 2021 setelah adanya perpanjangan penetapan UMK di Jawa Tengah hingga 21 November 2020.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/SAIFUL MA'SUM
Bupati Temanggung, Muhammad Al Khadziq. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, TEMANGGUNG - Bupati Temanggung, Muhammad Al Khadziq hingga saat ini belum bisa memastikan besaran upah minimum kabupaten (UMK) 2021 yang akan diusulkan ke Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Menurutnya, pihaknya akan segera membahas dasar besaran UMK 2021 setelah adanya perpanjangan penetapan UMK di Jawa Tengah hingga 21 November 2020.

Baca juga: Kami Selalu Diingatkan Pasukan Jogo Santri, Penerapan Prokes di Ponpes Jamiyatut Tholibin Temanggung

Baca juga: Tiap Mapel Dibatasi Maksimal 20 Menit, Begini Cara Sekolah di Temanggung Simulasikan KBM Tatap Muka

Baca juga: Bupati Al Khadziq: Temanggung Tanahnya Subur, Kebangetan Kalau Ada Warga yang Kelaparan

Baca juga: Dewan Minta Pemkab Temanggung Bikin Aturan Khusus KBM Tatap Muka Secara Menyeluruh

"Memang belum lama ada edaran dari Menteri Tenaga Kerja yang meminta agar Gubernur tidak menaikkan upah provinsi, agar ditetapkan sesuai 2020 karena pandemi."

"Namun sudah ada arahan Gubernur Jawa Tengah untuk membahas besaran yang diusulkan," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (5/11/2020).

Kini, besaran UMK 2020 Kabupaten Temanggung di angka Rp 1.825.200.

Jumlah tersebut naik 8,51 persen dari 2019 Rp 1.682.027.

Hanya saja, Al Khadziq belum bisa memastikan apakah UMK Temanggung 2021 bisa naik atau stagnan seperti yang tertera pada 2019.

Menurutnya, penghitungan UMK 2021 berdasarkan pada aturan yang ada, UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan PP Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan.

Elemen penentuan upah di antaranya laju inflasi, pertumbuhan ekonomi nasional, dan indeks kebutuhan hidup layak.

"Pemerintah daerah akan segera lakukan diskusi dan pembahasan dengan para buruh, Dinperindagkop UKM, Asisten II, BPS, dan dewan pengupahan," ujarnya.

Bersama beberapa item tersebut, besar UMK Temanggung 2021 akan dibahas disertai survei pasar terhadap indeks kebutuhan hidup layak masyarakat.

"Angka upah minimal kabupaten nanti sebagai pembentuk upah minimal provinsi."

"Naik atau tidaknya belum tahu, karena komponen-komponen pembentuk angka UMK Kabupaten Temanggung masih dilakukan penyusunan."

"Selanjutnya kami laporkan ke Gubernur," terangnya. (Saiful Ma'sum)

Baca juga: Status Siaga Gunung Merapi, Tiga Kabupaten di Jateng Masuk Kategori Bahaya, Ini Data Lengkapnya

Baca juga: Jelang Pemilihan Ketua Umum, PPP Berencana Bikin Kandidat, Jateng Usulkan Taj Yasin Maimoen

Baca juga: Cerita Sebelum Gubernur Ganjar Naikkan UMP Jateng 2021, Dewan Pengupahan Lakukan Jajak Pendapat

Baca juga: Netralitas Bawaslu Purbalingga Dipertanyakan Tim Paslon Nomor Urut 2, Karena Hal Ini

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved