Berita Jawa Tengah

Dewan Minta Pemkab Temanggung Bikin Aturan Khusus KBM Tatap Muka Secara Menyeluruh

Badrun Mustofa menilai berdasarkan perkembangan Covid-19 di Temanggung, KBM tatap muka saat ini masih belum bisa dilakukan.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/SAIFUL MA'SUM
Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Temanggung, Badrun Mustofa. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, TEMANGGUNG - Komisi D DPRD Kabupaten Temanggung menilai perlu adanya aturan khusus yang perlu disiapkan Pemkab Temanggung manakala dimungkinkan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka dalam waktu dekat.

Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Temanggung, Badrun Mustofa mengatakan, dalam beberapa waktu terakhir, simulasi KBM tatap muka atau PTM sudah dilakukan hampir semua sekolah.

Mereka bersiap menjajal mekanisme pembelajaran di sekolah manakala KBM tatap muka dilakukan di tengah pandemi Covid-19.

Baca juga: Kopi Robusta Asal Gesing Temanggung Rambah Pasar Global, Indriyatno: Prinsipnya Kami Jaga Kualitas

Baca juga: Tiap Siswa Dapat Dua Masker, SMPN 6 Temanggung Mulai Simulasi KBM Tatap Muka, Ini Respon Mereka

Baca juga: BPBD Temanggung Pantau 195 Titik Rawan Longsor, Minta Warga Lapor Kejadian Lewat Aplikasi Sinotika

Baca juga: Semua Sekolah di Temanggung Ditargetkan Sudah Gelar Simulasi KBM Tatap Muka pada Tengah November

Hanya saja, Badrun berharap ada aturan-aturan khusus yang perlu dipersiapkan untuk siswa, khususnya tingkat pendidikan SMP hingga PAUD.

Seperti contoh aturan yang membatasi sekaligus mengingatkan siswa saat ngobrol secara berkelompok maupun saat bercanda gurau.

"Kami ingin persiapan KBM tatap muka ini ada standar khususnya."

'Terutama anak Paud atau TK, SD, dan SMP yang cenderung belum bisa mengontrol diri secara maksimal."

"Kalau cuci tangan dan lainnya sudah menjadi keharusan, kami harap standar khusus yang lebih terperinci," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (4/11/2020).

Lebih lanjut, kata Badrun, pihaknya dalam waktu dekat akan berdiskusi dengan Dindikpora guna membahas hal-hal yang perlu dipersiapkan.

Termasuk apa yang perlu ditingkatkan dalam mendukung KBM tatap muka di Kabupaten Temanggung.

Pihaknya berpendapat, zona kuning atau hijau Covid-19 menjadi acuan formal KBM tatap muka bisa dilaksanakan.

Namun perlu dilakukan pembatasan dan aturan khusus dengan mempertimbangkan bahaya Covid-19 terhadap kebiasaan anak-anak.

"Kami melihat dan saksikan ada keinginan kuat dari orangtua siswa agar diselenggarakan kembali pembelajaran tatap muka."

"Ada dua hal yang menjadi perhatian, mencegah penyebaran Covid-19 di sekolah dan anak-anak bebas bergaul dengan bepergian tanpa mengindahkan protokol kesehatan," ujarnya.

Sementara itu, Badrun menilai berdasarkan perkembangan Covid-19 di Temanggung, KBM tatap muka saat ini masih belum bisa dilakukan.

Hanya saja, untuk simulasinya bisa diterapkan guna mengukur mekanisme yang telah disusun.

"Jangan sampai (nantinya) masuk sekolah hanya berdasarkan kuisioner persetujuan, namun harus benar-benar disiapkan standar khususnya," tegasnya. (Saiful Ma'sum)

Baca juga: Pelaku Sudah Empat Kali Ditangkap dalam Kasus Serupa, Kali Ini Bobol Toko Besi di Pekuncen Banyumas

Baca juga: Gandeng Tim Psiko Sosial, Begini Cara Pegiat KPAI Banyumas Kurangi Trauma Bencana pada Anak

Baca juga: Ganjar Temukan Fakta Jebolnya Tanggul Sungai di Kebumen: Ternyata Ada yang Sengaja Melubangi

Baca juga: Benarkah Longsor di Grenggeng Kebumen Akibat Fenomena Likuifaksi? Begini Kata Pakar Geologi Unsoed

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved