Breaking News:

Berita Nasional

Buruh Ancam Demo Lagi 9-10 November di 24 Provinsi, Tuntut Kenaikan UMP dan Tolak UU Cipta Kerja

Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) akan kembali melakukan aksi unjuk rasa pada 9 dan 10 November 2020.

Editor: rika irawati
Tribunnews.com/Seno Tri Sulistiyono
Ilustrasi Penolakan Omnibus Law. Buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) melakukan aksi demonstrasi menolak Omnibus Law RUU Cipta Kerja di depan gedung DPR, Jakarta, Rabu (29/7/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) akan kembali melakukan aksi unjuk rasa pada 9 dan 10 November 2020.

Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan, aksi tersebut merupakan aksi lanjutan dari aksi yang dilakukan pada Senin (2/11/2020).

"Aksi akan dilanjutkan 9 November 2020 di DPR RI untuk menuntut dilakukannya legislative review," kata Said Iqbal melalui keterangan tertulisnya, Minggu (1/11/2020).

"Tanggal 10 November 2020 di kantor Kementerian Ketenagakerjaan untuk menuntut upah minimum 2021 harus tetap naik," ujar dia.

Baca juga: Upah Minimum 2021 Tak Naik, Pemerintah Jadikan Kondisi Ekonomi sebagai Alasan

Baca juga: KABAR BAIK, Upah Minimun Jateng 2021 Naik 3,27 Persen, Ganjar: Banjarnegara Wajib Menyesuaikan

Baca juga: UMP 2021 Yogya Dipastikan Naik 3,54 Persen, Buruh Malah Kecewa. Ini Alasan Mereka

Menurut Said, aksi tersebut akan dilaksanakan serentak di 24 provinsi. Begitu pula dengan aksi yang dilaksanakan pada 2 November hari ini.

Hari ini, untuk wilayah Jabodetabek, demo akan dipusatkan di Istana dan Mahkamah Konstitusi (MK) dengan titik kumpul di Patung Kuda sekitar pukul 10.30 WIB.

"Tuntutan yang akan disuarakan adalah, batalkan omnibus law UU Cipta Kerja dan menuntut agar upah minimum tahun 2021 (UMP, UMK, UMSP, dan UMSK) tetap naik," kata Said.

Adapun buruh yang akan mengikuti aksi berasal dari Jakarta, Depok, Bogor, Tangerang Raya, Serang, Cilegon, Karawang, Bekasi, Purwakarta, Subang. Kemudian Indramayu, Cirebon, Bandung Raya, Cimahi, Cianjur, Sukabumi, Semarang, Kendal, Jepara, Surabaya, Mojokerto, Pasuruan, Sidoarjo, dan Gresik.

Selain itu, aksi juga akan dilakukan di Jogja, Banda Aceh, Medan, Deli Serdang, Batam, Bintan, Pekanbaru, Jambi, Bengkulu, Lampung, Makassar.

Baca juga: Jumlah Halaman Draf UU Cipta Kerja Berubah Lagi, Diklaim Ada Perubahan Font Tapi Satu Pasal Hilang

Baca juga: Tower SUTET di Tersono Batang Ambruk, Dua Petani Terluka

Baca juga: Manchester United dan Tottenham Hotspur Raih Hasil Berbeda, Berikut Klasemen Sementara Liga Inggris

Baca juga: Berikut Standar dan Lokasi Pemasangan Plat Nomor Kendaraan Agar Tak Kena Tilang

Ada juga dari Gorontalo, Bitung, Kendari, Morowali, Banjarmasin, Palangkaraya, Samarinda, Lombok, Ambon, Papua, dan kota lainnya.

"Aksi KSPI dan 32 federasi lain ini adalah nonviolance (anti kekerasan), terukur, terarah, dan konstitusional. Aksi ini dilakukan secara damai, tertib, dan menghindari anarkis," ucap dia. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "KSPI Unjuk Rasa Serentak di 24 Provinsi pada 9-10 November 2020, Ini Tuntutannya".

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved