Breaking News:

Polemik UU Cipta Kerja

Didatangi Ganjar di Mapolrestabes Semarang, Buruh Ini Mengaku Takut Tak Dapat Pesangon saat Di-PHK

Ganjar mengatakan, demonstrasi yang berakhir rusuh itu sebenarnya bisa dihindari jika kedua belah pihak mau mengedepankan komunikasi.

Editor: rika irawati
Kompas.com/Istimewa
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (bertopi) menemui demonstran yang diamankan di Mapolrestabes Semarang, setelah demo penolakan UU Cipta Kerja di depan Gedung DPRD Jawa Tengah ricuh, Rabu (7/10/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendatangi demonstran yang diamankan di Mapolrestabes Semarang karena diduga merusuh saat berlangsung unjuk rasa menolak Undang-undang Cipta Kerja di depan gedung DPRD Jateng, Rabu (7/10/2020).

Ganjar tiba di Mapolrestabes Semarang, Rabu malam, dengan mengenakan jaket, topi, dan masker.

Saat ditanya Ganjar, buruh yang diamankan mengaku ikut unjuk rasa karena takut tidak diberi pesangon ketika di-PHK.

Ditemui sebelum meninggalkan Mapolrestabes Semarang, Ganjar mengatakan, demonstrasi yang berakhir rusuh itu sebenarnya bisa dihindari jika kedua belah pihak mau mengedepankan komunikasi.

Buntut Demo Rusuh Tolak UU Cipta Kerja di DPRD Jateng, 4 Orang Diduga Pelaku Perusakan Ditahan

Polisi Amankan Sekitar 100 Pendemo Anarki di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Ada Siswa SMA/SMK

Demo Mahasiswa Tolak UU Cipta Kerja di Kota Semarang Rusuh, Massa Rusak Pintu Gerbang DPRD Jateng

Partainya Dukung Pengesahan RUU Cipta Kerja, Ketua DPD PAN Jawa Barat Mundur

Dia juga prihatin karena ada siswa SMA dan SMK yang turut terlibat unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja.

"Ini anak-anak kita lebih baik kan diedukasi secara benar karena SMA/SMK ini kan tanggung jawab saya, tanggung jawab provinsi sehingga kalau anak-anak itu sebenarnya kita bisa memberikan fasilitas," ujar Ganjar, dilansir dari Antara.

Ganjar menjelaskan, sejak awal juga mendorong agar pemerintah pusat dan DPR mengedukasi masyarakat tentang isi UU Cipta Kerja tersebut.

Menurut dia, jika sejak awal hal itu dilakukan maka aksi anarkistis saat unjuk rasa seperti yang terjadi di Kota Semarang bisa dihindari.

"Maka, saya sampaikan dari awal itu, kalau kemudian ada warga yang tak setuju coba komunikasi. Kalau kemudian masih tetap tidak bisa, ya 'judicial review' saja, kan semuanya jadi tertib. Kalau kemudian merusak dan kemudian memancing dan ada anak-anak saya anak SMA kan kasihan," katanya.

Sebelumnya diberitakan, polisi mengamankan sejumlah demonstran yang menggelar aksi menolak Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu (7/10/2020).

8 Bulan Tak Balapan, Jorge Lorenzo Kehilangan Kecepatan saat Menguji Coba Sirkuit

Kurang Sehari Jalani Isolasi Covid-19, WNI di Korea Selatan Melarikan Diri dari Rumah Karantina

Komedian Nunung Mulai Syuting Lagi setelah Dikabarkan Masuk Rumah Sakit Gara-gara Covid-19

Malam Ini, Purwokerto dan Purbalingga Diperkirakan Alami Hujan Ringan

"Sudah kami amankan mereka untuk menjalani pemeriksaan di Polrestabes. Ada sekitar 50-100-an orang," kata Kapolrestabes Semarang, Kombes Auliansyah Lubis kepada wartawan, Rabu (7/10/2020) sore.

Polisi menduga, ada pihak di luar mahasiswa dan buruh yang menunggangi jalannya aksi hingga berakhir ricuh. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ganjar Temui Demonstran yang Ditangkap Polisi".

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved