Teror Virus Corona

Jateng Makin Waspadai Klaster Ponpes, Dinkes: Paling Masif di Banyumas dan Kebumen

Soal jumlah santri yang tertular virus corona, Dinkes Jateng masih terus melakukan tracing dan pemeriksaan swab hingga sekarang.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/MAMDUKH ADI PRIYANTO
Kepala Dinkes Jateng, Yulianto Prabowo. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Klaster penyebaran virus corona (Covid-19) di pondok pesantren (ponpes) di Jawa Tengah terus menyebar.

Pemprov Jateng pun semakin mewaspadai peningkatan kasus penularan corona dari klaster ponpes tersebut.

"Klaster yang perlu diwaspadai dari ponpes."

"Kami menemukan klaster ponpes di Purwokerto, Kabupaten Banyumas dan Kebumen."

"Ditemukan banyak kasus positif Covid-19 di kedua daerah tersebut," kata Kepala Dinkes Jateng, Yulianto Prabowo kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (24/9/2020).

Kota Tegal Peringkat Empat di Jateng, Layanan KB Sudah Lebihi Target, Saat Ini Capai 420 Akseptor

Paslon Enam Daerah di Jateng Ini Bakal Lawan Kotak Kosong, Cuma Satu Bukan Paslon Petahana

Lokasi Proyek Tol Solo-Yogyakarta di Klaten Sudah Disetujui Gubernur Jateng, Bakal Lintasi 50 Desa

Sikap Marah Gubernur Jateng Menuai Kritikan Dewan, Yudi Indras: Tidak Hanya Pencitraan di Medsos

Soal jumlah santri yang tertular virus corona, pihaknya masih terus melakukan tracing dan pemeriksaan swab hingga sekarang.

Namun, informasi yang diterima, ada 127 santri satu ponpes di Purwokerto Kabupaten Banyumas terkonfirmasi positif Covid-19.

Santri yang sudah jalani tes swab 292 dan yang sudah keluar hasilnya 203.

Dimana 127 di antaranya positif Covid-19, sedangkan 76 santri hasilnya negatif.

Sementara, di Kabupaten Kebumen ada 53 santri positif COvid-19 yang ditemukan di dua pondok pesantren.

Atas kasus tersebut, pihaknya akan melapor kepada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

"Kasus ini menjadi pembelajaran buat seluruh pihak."

"Kami akan lapor kepada Gubernur Jawa Tengah bagaimana kebijakannya untuk pembelajaran di ponpes."

"Karena sekarang sudah banyak pelajaran tatap muka, nanti akan menjadi bahan laporan kami," jelasnya.

Karena itu, hingga saat ini belum diketahui kebijakan apa yang akan dikeluarkan pemerintah terkait proses pendidikan di ponpes. (Mamduh Adi)

DPO Kasus Penipuan Jual Beli Emas Tertangkap di Cilacap, Kajari Purwokerto: Sudah Inkrah Sejak 2012

KAI Buka Layanan Rapid Test di Stasiun Kroya Cilacap, Calon Penumpang Cukup Bayar Rp 85 Ribu

Satu Pegawai Kantor Kemenag Banyumas Meninggal, Bupati Achmad Husein: Dia Adalah Pasien Covid-19

Lockdown Sementara Dua Ponpes di Banyumas, Bupati: Demi Lindungi yang Sudah Sepuh

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved