Berita Banjarnegara

Pemancing Libur Enam Bulan, Tunggu Ikan Tumbuh Besar di Sungai Urang Banjarnegara

Eksploitasi ikan secara berlebihan dan tak ramah lingkungan, semisal menggunakan setrum atau racun turut memengaruhi di aliran sungai Banjarnegara.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/KHOIRUL MUZAKKI
Warga Desa Prendengan, Kecamatan Banjarmangu, Kabupaten Banjarnegara menebar benih ikan di Sungai Urang, Minggu (6/9/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Keheningan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kali Urang Desa Prendengan, Kecamatan Banjarmangu, Kabupaten Banjarnegara memudar.

Sejumlah warga menuruni lereng menuju sungai yang jauh di bawah permukiman penduduk itu.

Dalam perjalanan berat itu, mereka masih harus membawa beban.

Puluhan kantong plastik berisi ikan dibawa secara sangat hati-hati.

AJI Purwokerto Dorong Warga Banjarnegara Lestarikan Alam, Caranya Seperti Berikut Ini

Bintik Cipratan Hasilkan Kesan Artistik di Kain, Ini Batik Penyandang Disabilitas di Banjarnegara

PAD Kabupaten Banjarnegara Menyusut Akibat Pandemi Covid-19

Jalankan Program MakGiz, Yayasan JBB Bantu Asupan Gizi Penghafal Quran di Banjarnegara

Ada kehidupan di dalam plastik yang dikembungkan dengan air itu.

Ribuan ikan di dalamnya terus gaduh, seperti tak sabar ingin dikembalikan ke habitatnya.

Ikan-ikan itu sangat beruntung.

Kumpulan warga yang hobi memancing itu akhirnya membuka satu persatu plastik, lalu melepas ikan di dalamnya ke aliran sungai.

Ada sekira 11 ribu berbagai jenis telah ditebar di Sungai Kali Urang itu.

Menariknya, ribuan ikan itu dibeli dari hasil iuran para pemancing di Kabupaten Banjarnegara.

Semisal dari Komunitas Mahseer Adventure dan Komunitas Mancing Mania Banjarnegara (KMMB).

Sebagian juga berasal dari sumbangan masyarakat yang peduli terhadap kelestarian sungai.

Kegiatan ini juga didukung Pemerintah Desa Prendengan.

"Benih ikannya iuran, kami ingin ekosistem sungai lestari," kata Apri, pehobi mancing dari Desa Prendengan kepada Tribunbanyumas.com, Senin (7/9/2020).

Apri mengatakan, kegiatan itu berawal dari keresahan para pemancing terhadap rusaknya ekosistem sungai.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved