Breaking News:

Berita Banjarnegara

PAD Kabupaten Banjarnegara Menyusut Akibat Pandemi Covid-19

Pada rancangan perubahan APBD Banjarnegara TA 2020 diproyeksikan penurunan pendapatan agregat sebesar 6,89 persen atau sebesar Rp.149.322.783.046.

TRIBUN BANYUMAS/KHOIRUL MUZAKKI
Penyerahan Raperda Perubahan APBD Kabupaten Banjarnegara TA 2020 dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Banjarnegara, Jumat (4/9/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Wakil Bupati Banjarnegara, Syamsudin menyerahkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Banjarnegara TA 2020 kepada Ketua DPRD Banjarnegara, Ismawan Setya Handoko.

Penyerahan berlangsung dalam Rapat Paripurna di Gedung DPRD Kabupaten Banjarnegara, Jumat (4/9/2020).

Syamsudin menyampaikan, situasi pandemi Covid-19 mendesak Pemkab Banjarnegara untuk melakukan perubahan-perubahan atas APBD TA 2020.

Jalankan Program MakGiz, Yayasan JBB Bantu Asupan Gizi Penghafal Quran di Banjarnegara

Budidaya Kacang Jepang di Banjarnegara, Masa Tanam Hingga Panen Cuma 70 Hari

Dinilai Masih Kurang Efektif, Bupati Banjarnegara Minta Evaluasi Pembelajaran Daring

Saluran Irigasi Singomerto Banjarnegara Dibuka Lagi, Tak Lagi Mengering Tapi Muncul Tumpukan Sampah

Selain itu, kondisi saat ini juga telah mengubah asumsi-asumsi makro yang mendasari penyusunan APBD, sehingga perlu dilakukan penyesuaian melalui perubahan.

Pada rancangan perubahan APBD TA 2020 ini diproyeksikan penurunan pendapatan agregat sebesar 6,89 persen atau sebesar Rp 149.322.783.046.

Jumlah tersebut dari sebelumnya Rp 2.168.786.068.000 menurun menjadi Rp 2.019.463.284.954.

Dana perimbangan juga mengalami penurunan karena turunnya alokasi Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus, dan bagi hasil dari pemerintah pusat.

"Penurunan tersebut dipicu oleh turunnya proyeksi PAD sebesar Rp 26.947.283.038 atau turun 10,23 persen," tuturnya kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (4/9/2020).

Wabup mengatakan, turunnya proyeksi PAD tersebut disebabkan adanya relaksasi pajak dan retribusi daerah, termasuk di antaranya diskon listrik, retribusi pasar.

Turunnya kunjangan wisata di Dieng karena pandemi juga turut berpengaruh.

Turunnya pendapatan daerah memaksa pihaknya untuk melakukan koreksi atas belanja daerah yang secara agregat mengalami penurunan sebesar Rp 151.157.500.800 atau 6,72 persen.

Satu-satunya pos pendapatan yang mengalami peningkatan adalah lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp 14.846.109.436.

"Kami berharap Raperda Perubahan APBD TA 2020 ini dapat diterima dan dibahas lebih lanjut," katanya. (Khoirul Muzakki)

Begini Prosedur di Polda Jateng Bila Ada Anggota Polri Terpapar Virus Corona

Jangan Lewatkan, Job Fair Virtual Unika Soegijapranata Semarang, Pekan Depan Diikuti 10 Perusahaan

Tinjau Industri Batik Tegalan, Dedy Yon: Kami Sedang Galakkan Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga

Terdampak Pandemi, Seribu Paket Sembako Dibagi ke Penyandang Disabilitas di Wonosobo

Penulis: khoirul muzaki
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved