Kebumen
Kurang Murid, 12 SD Negeri di Kebumen Bakal Digabung Tahun Ini
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kebumen berencana menggabungkan 12 SD Negeri menjadi 6 sekolah
Penulis: Agus Iswadi | Editor: Daniel Ari Purnomo
Ringkasan Berita:
- Disdikpora Kebumen akan melakukan regrouping terhadap 12 SDN menjadi 6 sekolah pada tahun ini.
- Alasan utama penggabungan adalah jumlah siswa di bawah 60 orang per sekolah dan ketersediaan ruang kelas yang tidak sesuai standar.
- Daftar sekolah yang digabung meliputi sejumlah SDN di Karanggayam, Wadasmalang, Pekutan Mirit, Candirenggo, Plarangan, dan Tanggeran.
- Disdikpora tengah memetakan penempatan guru dan akan melaporkan proses ini ke kementerian agar dana BOS tetap bisa cair.
TRIBUNBANYUMAS.COM, KEBUMEN - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kebumen berencana melakukan regrouping atau penggabungan 12 Sekolah Dasar Negeri (SDN) pada tahun 2026 ini.
Kepala Bidang SD Disdikpora Kebumen, Budi Santoso, menyampaikan bahwa 12 sekolah tersebut direncanakan akan segera dilebur menjadi enam sekolahan.
Ada beberapa hal mendasar yang melatarbelakangi kebijakan ini, utamanya adalah jumlah siswa yang sangat sedikit. Sesuai dengan aturan standar pendidikan, satu rombongan belajar (rombel) idealnya diisi oleh 28 orang siswa.
Baca juga: Tolak Batal Puasa, Pintu Kelas Ditutup lalu Siswa SD Brebes Dihajar 6 Teman
"Sekolah yang jumlah siswanya 50 atau di bawah 60 (di satu sekolah) itu kalau kami analisis kemudian siap untuk diregrouping maka kami regrup," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Senin (20/4/2026).
Di samping itu, kondisi sarana dan prasarana fisik yang tidak memenuhi standar kelayakan juga menjadi pertimbangan kuat. Ia mencontohkan kondisi di SDN 1 Plarangan yang memiliki tiga ruang kelas sangat sempit.
"Ukurannya itu hanya 3x3 (meter). Bisa dibayangkan, sangat sempit sekali dan itu tidak standar dan itu jumlah kelas yang tidak sesuai standar itu tiga kelas maka kami putuskan untuk diregrouping. Di samping jumlah siswanya hanya sedikit," terangnya merinci.
Adapun rincian sekolah yang masuk daftar regrouping meliputi SDN 3 dan 1 Karanggayam, SDN 2 dan 1 Wadasmalang, SDN 1 dan 2 Pekutan Mirit, SDN 2 dan 3 Candirenggo, SDN 1 dan 2 Plarangan, serta SDN 1 dan 2 Tanggeran.
Pemetaan Tenaga Pendidik
Merespons rencana peleburan institusi tersebut, Budi memastikan bahwa pihaknya telah memetakan nasib para kepala sekolah dan guru yang terdampak. Dia mengungkapkan, jabatan kepala sekolah di sekolah-sekolah sasaran itu kini sengaja telah dikosongkan dan dijabat sementara oleh Pelaksana Tugas (Plt).
Sedangkan untuk formasi guru, saat ini Disdikpora baru dalam tahap pemetaan dengan mempertimbangkan efisiensi jarak tempuh antara sekolah yang baru dengan lokasi rumah tinggal guru bersangkutan agar tidak memberatkan.
Pencairan Dana Operasional
Lebih lanjut, Budi menjelaskan bahwa pihak dinas akan segera melaporkan data terbaru ke kementerian apabila nantinya proses regrouping tersebut telah rampung dan mendapatkan Surat Keputusan (SK) persetujuan dari Bupati Kebumen.
"Karena kalau tidak dilaporkan ke kementerian, dana BOS-nya tidak bisa cair," ungkap Budi menegaskan pentingnya proses administrasi.
Menurutnya, fenomena berkurangnya jumlah siswa di bangku SDN nyatanya tidak hanya terjadi di wilayah Kabupaten Kebumen, tetapi juga merata dialami oleh berbagai daerah lain. Ada beberapa faktor kemungkinan yang memengaruhi tren ini, di antaranya adalah kecenderungan orang tua yang lebih memilih menyekolahkan anak ke sekolah swasta terpadu, hingga faktor menurunnya tingkat kelahiran penduduk. (Ais)
| Lampu Penyeberangan Alun-alun Kebumen Mati, Warga Cemas Keserempet |
|
|---|
| Tak Kuat Tahan Air, Tebing dan Talud Rumah Warga Kebumen Longsor |
|
|---|
| Ribet Urus SKKH, Distapang Kebumen Sarankan Kurban Pakai Sapi Lokal |
|
|---|
| Ditinggal ke Jakarta Sejak 2025, Rumah Warga Karangsambung Rata Tanah |
|
|---|
| Sempat Ramai Insiden Tabrakan Mobil Mainan, Alun-Alun Kebumen Kini Steril |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260420-wawancara-kabid-sd-kebumen.jpg)