Pilkada Serentak 2020
Samakan Pilkada Serentak dengan Padat Karya, Mendagri Tito: Bisa Jadi Stimulus Perekonomian Daerah
Mendagri Tito: Pilkada Serentak Bisa Jadi Stimulus Ekonomi Daerah di Tengah Pandemi Corona. Ini sama dengan program padat karya
"Pilkada memiliki manfaat ganda. Kalau peribahasa, sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui. Killing two birds with one stone. Ini sama seperti program padat karya, kita berikan bantuan tapi bekerja selama enam bulan."
TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020 dapat mempunyai manfaat ganda.
Satu di antaranya adalah, pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 di 270 daerah dapat menjadi stimulus perekonomian di daerah.
Selain tentu, hajatan demokrasi rakyat itu turut menentukan pemimpin daerah dalam lima tahun mendatang.
Hal ini disampaikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri0 Tito Karnavian.
• Mendagri Tito Minta Masa Kampanye Pilkada Serentak 2020 Diperpendek, Terungkap Alasannya
• Cara Mudah Cek Kepesertaan Bansos Covid-19 Melalui Aplikasi, Simak Petunjuk Berikut Ini
• Celeng Aneh Milik Warga Banyumas Viral, Suka Makan Nasi Hangat Roti dan Kopi, Kaki Berjari Panjang
• Ratusan Orang Jemput Paksa Belasan Pasien Covid-19 di Blora, Ganjar Minta Pemkab Pastikan Ini
Ia menegaskan, optimistis penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di masa pandemi virus corona Covid-19 memiliki manfaat ganda.
"Pilkada memiliki manfaat ganda. Kalau peribahasa, sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui. Killing two birds with one stone," ujar Tito saat konferensi pers virtual dari Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (17/6/2020).
Menurut Tito, anggaran pilkada sebesar Rp15 Triliun dapat menjadi stimulus daerah.
Pertama 60 persen anggaran akan digunakan sebagai insentif bagi penyelenggara pilkada.
"Ini sama seperti program padat karya, kita berikan bantuan tapi bekerja selama enam bulan," kata Tito.
Selain itu, 40 persen sisanya juga dapat dirasakan manfaatnya bagi daerah.
Sebab, 40 persen sisa anggaran akan digunakan untuk belanja peralatan kebutuhan pilkada.
Belanja tersebut dinilai dapat menjadi stimulus bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) termasuk ultra mikro.
Pilkada akan menggerakkan perekonomian di daerah.
Oleh karena itu, pemerintah tetap mengagendakan perhelatan pilkada serentak 2020 pada Desember tahun ini.
Tito pun menegaskan, tidak akan ada anggaran pilkada yang dialihkan untuk penanganan Covid-19.
Menurut Tito, saat ini terdapat sisa anggaran pilkada 2020 senilai Rp 9,1 triliun dari total pagu anggaran pilkada Rp15 triliun.
Sebanyak Rp5,9 triliun sisanya sudah digunakan untuk lima tahapan pilkada sebelum masa pandemi Covid-19.
"Mendagri dan Menteri Keuangan (Sri Mulyani Indrawati) langsung keluarkan peraturan untuk Rp9,1 triliun, untuk tahapan selanjutnya itu di-freeze (dibekukan), tidak boleh digunakan, termasuk tidak boleh untuk Covid-19," ujar Tito Karnavian. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Mendagri Sebut Pilkada di Tengah Wabah Bisa Jadi Stimulus Ekonomi
• Istana Akhirnya Buka Suara soal Penyerang Novel Dituntut Ringan, Donny: Presiden Tak Bisa . . .
• Celeng Aneh di Banyumas Dipindahkan ke Tempat Rahasia, Kades Pekuncen: Tak Perlu ke Sini Lagi
• Owabong Rugi Rp25 Miliar, Tiga Bulan Tutup Selama Pandemi Covid-19: Segera Simulasi New Normal
• Server PPDB Online Jateng Sulit Diakses, Ganjar: Kuoata Habis, Saya Minta Kemendagri Menambahi