Rabu, 6 Mei 2026

Berita Internasional

Pilpres 2020, George W Bush Ogah Pilih Donald Trump

Bush, yang memimpin AS pada 2001 sampai 2009, termasuk dalam jajaran petinggi Partai Republik yang tak terang-terangan mendukung petahana.

Tayang:
Editor: deni setiawan
AP/RONALD MARTINEZ
Mantan Presiden AS, George W Bush saat menghadiri pertandingan NFL, 6 Oktober 2019 di Arlington, Texas. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, WASHINGTON DC - Kabar mengejutkan datang dari sang mantan Presiden AS, George W Bush.

Dia disebut-sebut tidak akan memberikan suaranya kepada Presiden Donald Trump dalam Pilpres AS 2020.

Bush, yang memimpin AS pada 2001 sampai 2009, termasuk dalam jajaran petinggi Partai Republik yang tak terang-terangan mendukung petahana.

Kini, di tengah krisis yang dihadapi negara adidaya itu, George W Bush dilaporkan mulai berpikir untuk menjatuhkan suaranya kepada rival Trump, Joe Biden.

KA Kedungsapur Kembali Beroperasi Mulai Senin, Dari Stasiun Poncol Semarang Dua Kali Sehari

Tagihan Listrik Juni Bisa Dicicil Tiga Bulan Berikutnya, Ini Skema yang Diberikan PLN

CEK FAKTA - Grafik Puncak Covid-19 di Indonesia, Jawa Timur Jadi Penyumbang Tertinggi

Achmad Yurianto: 80 Persen Pasien Positif Ternyata Awalnya Tak Sadar Tertular Virus Corona

Dalam laporan The New York Times, sumber menerangkan apabila mantan Presiden AS berusia 73 tahun itu tidak akan mendukung pencalonan sang petahana.

Sementara adiknya, mantan Gubernur Florida, Jeb Bush, disebut bingung bagaimana dia akan memilih presiden yang juga taipan real estate itu.

Senator Utah Mitt Romney, yang dikenal sebagai penentang petahana, hampir pasti bakal memberikan dukungannya kepada suami Melania itu.

Sementara Cindy McCain, janda mendiang Senator John McCain, diyakini bakal memilih Joe Biden.

Namun, tidak diketahui bagaimana dia akan melakukannya.

Sebabnya, salah satu anaknya diketahui juga tengah mencalonkan diri dalam Pilpres AS 2020.

Sehingga dia kebingungan untuk terang-terangan mendukung lawan.

Kemungkinan para petinggi Republikan itu didasari bahwa mereka membutuhkan angin perubahan setelah petahana dianggap gagal.

Selain dianggap gagal menangani wabah virus corona, Trump juga menyerukan pendekatan brutal untuk memadamkan kerusuhan karena demo kematian George Floyd.

Bush tidak mengutarakan dukungannya kepada penerusnya secara terbuka.

Namun, Trump sempat mengomentari sang mantan presiden ketika dia terkena sidang pemakzulan.

Dalam kicauannya ketika Trump dimakzulkan pada akhir 2019, dia mengaku mengapresiasi pesan yang diterima oleh Presiden ke-43 itu.

"Tapi ke mana dia ketika sidang pemakzulan."

"Dia tak lain ditemukan berbicara mengenai hoaks terbesar dalam sejarah Amerika," tuduh petahana.

Salatiga Resmi Berstatus Zona Merah, Kasus Update: WNA Asal Italia Positif Corona

UPDATE Pilbup Semarang, KPU Tambah 146 TPS, Maksimal Cuma 500 Pemilih Tiap TPS

PKM Kota Semarang Jilid III Mulai Besok Senin, Hendi: Kalau Warga Masih Bandel Terpaksa PSBB

Kisah Viral Nasabah Tuna Rungu di Semarang: Hormat Sedalam-dalamnya untuk Bapak Kurniawan

Dan Bartlett, yang bertugas sebagai penasihat Bush, kepada Statesman menyatakan dia belum mendengar mantan atasannya itu terus terang mendukung seseorang.

Dilansir Daily Mail, Minggu (7/6/2020), Bartlett yang bertugas sebagai penasihat bidang komunikasi mengaku akan kaget jika Bush sampai menyeberang ke oposisi.

Pernyataan itu diperkuat dengan keterangan pakar sekaligus penulis buku soal Republikan, Mark Updegrove.

"Dia jelas bukan penggemar (Trump)," ucapnya.

Updegrove menggarisbawahi wawancaranya pada 2016.

Saat itu, George W Bush menceritakan penerusnya itu sama sekali tak paham tugas menjadi Presiden AS.

Dia menjelaskan, dia meyakini pendahulu Barack Obama tersebut sangat mungkin tak akan mengusung Biden.

Tapi, dia juga tak bakal mengelu-elukan Trump.

Laporan The Times menyatakan, ada beberapa pihak di GOP (Republik) yang bisa jadi mengusung pihak ketiga, atau terang-terangan mendukung Biden.

Dukungan partai penguasa kepada makin terbelah setelah sejumlah tokoh militer mulai menyuarakan ketidaksukaannya kepada presiden 73 tahun itu.

Di antaranya adalah James Mattis, yang pernah menjadi Menteri Pertahanan di era petahana sebelum didepak dari Gedung Putih pada 2018.

Dalam tulisannya, Mattis yang adalah jenderal Marinir menulis bahwa Donald Trump adalah sosok yang tidak berusaha menyatukan publik AS.

"Dia bahkan tidak berpura-pura sudah mencobanya."

"Sebaliknya, dia dengan kentara berusaha untuk memecah belah kita," kritiknya.

Senator Lisa Murkowski dari Maine juga menyatakan, dia mengaku kesulitan apakah bakal mendukung jagoan Republik dan mendukung argumen Mattis.

Saat ditanya apakah dia akan ikut mencalonkan sang petahana dalam pilpres November mendatang, Murkowski mengaku kesulitan.

"Dia adalah presiden terpilih yang paling tidak becus."

"Saya akan tetap bekerja dengannya."

"Tapi, saya rasa kami kesulitan mengungkapkan apa yang hendak kami sampaikan," cetusnya.

Begitu pula dengan William McRaven, pensiunan Laksamana Angkatan Laut yang memerintahkan penyerangan yang membunuh Osama bin Laden.

"Musim gugur ini, tiba saatnya untuk kepemimpinan baru, baik itu dari Republik, Demokrat, atau independen," ulas McRaven.

Dalam wawancara ketika peringatan 76 tahun D-Day, McRaven menyebut saat Perang Dunia II, Presiden AS menggugah hati rakyat lewat tutur kata, aksi, dan humanitas mereka.

Tapi untuk saat ini, dia tidak melihat presiden yang pernah memimpin acara drama realitas The Apprentice tersebut layak memimpin AS.

"Presiden Trump sudah menunjukkan bahwa dia tidak mempunyai kualitas yang dibutuhkan untuk menjadi panglima tertinggi," beber McRaven. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mantan Presiden AS George W Bush Tak Akan Pilih Trump di Pilpres 2020"

ASN Pemkab Banyumas Wajib Bersepeda Saat Ngantor, Achmad Husein: Mungkin Seminggu Dua Kali

Gaji Karyawan Dipotong Iuran Tapera, Begini Simulasi Cara Menghitungnya

Driver Ojol Boleh Bawa Penumpang Mulai Besok, Tapi Ini Syaratnya

Pemuda Warga Kawunganten Hilang Tenggelam di Perairan Nusakambangan Cilacap

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved