Teror Virus Corona
Achmad Yurianto: 80 Persen Pasien Positif Ternyata Awalnya Tak Sadar Tertular Virus Corona
Sekira 80 persen kasus positif Covid-19 yang ditemukan di Indonesia sejauh ini berasal dari orang yang tidak memiliki gejala sama sekali.
TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Kasus virus corona (Covid-19) di Indonesia hingga saat ini belum ada tanda-tanda penurunan.
Bahkan dapat dikatakan terus bertambah sejak kali pertama diumumkan pemerintah pada 2 Maret 2020.
Dari kasus tersebut, diketahui bila sekira 80 persen kasus positif Covid-19 yang ditemukan sejauh ini berasal dari orang yang tidak memiliki gejala sama sekali.
Hal tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto, Minggu (7/6/2020).
• Salatiga Resmi Berstatus Zona Merah, Kasus Update: WNA Asal Italia Positif Corona
• PKM Kota Semarang Jilid III Mulai Besok Senin, Hendi: Kalau Warga Masih Bandel Terpaksa PSBB
• Kisah Viral Nasabah Tuna Rungu di Semarang: Hormat Sedalam-dalamnya untuk Bapak Kurniawan
• ASN Pemkab Banyumas Wajib Bersepeda Saat Ngantor, Achmad Husein: Mungkin Seminggu Dua Kali
"Hampir 80 persen kami menemukan kasus positif yang tanpa gejala sama sekali."
"Dia tidak menyadari bahwa dia bawa penyakit dan kita tidak menyadari orang tersebut berpenyakit," kata Yurianto.
Oleh karena itu, menjaga jarak dan menggunakan masker pun menjadi suatu hal yang sangat penting.
Jaga jarak dan penggunaan masker dapat mencegah orang tanpa gejala menyebarkan virus di tubuhnya kepada orang lain.
Sebaliknya, orang yang berinteraksi dengan orang tanpa gejala pun bisa terlindungi dari paparan Covid-19.
"Kalau ini bisa dipahami dan dilaksanakan oleh semua warga, maka tidak mungkin ada kerumunan karena semuanya berusaha jaga jarak."
"Sehingga semua jadi lebih mengerti karena masing-masing berusaha saling melindungi," kata dia.
Apalagi, kata Yurianto, hingga saat ini para ahli belum menemukan vaksin untuk Covid-19 ini dan prosesnya masih berjalan.
Namun selagi menunggu vaksin tersebut ditemukan, kata dia, masyarakat tidak bisa hanya diam.
Apalagi sekadar menunggu, tetapi harus melakukan berbagai upaya salah satunya dengan menerapkan new normal.
"Ini dilakukan semua penduduk di seluruh negara yang terdampak Covid-19."