Teror Virus Corona
Salatiga Resmi Berstatus Zona Merah, Kasus Update: WNA Asal Italia Positif Corona
Menurut Kepala DKK Salatiga, Siti Zuraidah, sampai saat ini temuan kasus warga positif virus corona di Salatiga akumulatif ada 49 orang.
Penulis: M Nafiul Haris | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, SALATIGA - Jumlah kasus warga terinfeksi virus corona (Covid-19) di Kota Salatiga belum juga menurun hingga hari ini, Minggu (7/6/2020).
Dampaknya, Pemerintah Pusat menetapkan status Kota Salatiga sebagai zona merah Covid-19.
Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Salatiga, Siti Zuraidah mengatakan, penetapan Salatiga zona merah karena penularan virus corona dinilai terjadi antar masyarakat lokal.
• UPDATE Pilbup Semarang, KPU Tambah 146 TPS, Maksimal Cuma 500 Pemilih Tiap TPS
• Begini Cara Urus Surat Keterangan Bebas Covid-19, Berikut Biaya Mandiri di Rumah Sakit
• Polisi Tangkap Dua Pelaku Penyebar Isu Pocong di Purbalingga, Katanya Mereka Cuma Iseng
• Bupati Banjarnegara Kini Dituduh Rekayasa Hasil Rapid Test: Silakan Anggota Bawaslu Lakukan Ulang
"Adanya kasus infeksi terjadi antar masyarakat lokal Kota Salatiga kini berstatus zona merah Covid-19."
"Itu sesuai ketetapan Pemerintah Pusat saat melihat tren kasus virus corona yang ada saat ini," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Minggu (7/6/2020).
Menurut Zuraidah, sampai saat ini temuan kasus warga positif virus corona di Salatiga akumulatif ada 49 orang.
29 di antaranya sedang dalam perawatan secara intensif.
Ia menambahkan, kasus terakhir pasien positif merupakan warga negara asing (WNA) asal Italia berjenis kelamin laki-laki berusia 70 tahun.
“WNA ini, sebelumnya berniat pulang ke Italia."
"Namun tidak bisa pulang karena lockdown."
"Setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan dan swab hasilnya positif virus corona,” katanya.
Dikatakannya, untuk sementara waktu, WNA Italia tersebut diminta menjalani isolasi mandiri di rumah.
DKK lanjutnya, sudah melakukan tracking perjalanan pasien baru tersebut dan orang yang pernah kontak langsung.
“Sedangkan pasien dalam pengawasan (PDP) kumulatif berjumlah 49 orang."
"8 di antaranya positif dan 1 orang dalam pengawasan," ujarnya.